Sir Patrick Stewart: Dari Panggung Shakespeare ke Bintang-Bintang

Sir Patrick Stewart.

Sir Patrick Stewart.

Review Film

ORBITINDONESIA.COM - Sir Patrick Stewart wafat pada Rabu, 28 Oktober 2026, di rumahnya di Los Angeles. Ia berusia 86 tahun. Juru bicaranya, Kelly Bush Novak, menyebut ia meninggal setelah menjalani perawatan terkait Alzheimer dan demensia Lewy body, dikelilingi keluarga dan sahabat.

Dunia kehilangan aktor yang wajahnya akrab bagi dua generasi penonton fiksi ilmiah. Namun jejaknya jauh lebih panjang daripada dua peran yang paling terkenal.

Anak Yorkshire dan cinta pada panggung

Stewart lahir pada 1940 di Mirfield, Yorkshire. Ibunya pekerja tekstil dan ayahnya sersan mayor di Angkatan Darat Inggris. Kecintaannya pada seni pertunjukan tumbuh berkat seorang guru bahasa Inggris yang mengenalkannya pada Shakespeare.

Pada usia 15 tahun ia meninggalkan sekolah untuk bergabung dengan teater lokal. Pada 1957 ia meraih beasiswa penuh ke Bristol Old Vic Theatre School.

Dari sana ia menapaki jalan yang ditempuh banyak aktor Inggris terbaik: Royal Shakespeare Company, lalu Broadway, yang ia debutkan pada 1971. Ia sudah lama dihormati di dunia teater ketika Hollywood memanggilnya.

Kapten dan profesor

Titik baliknya terjadi pada usia 47 tahun. Ia memerankan Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek: The Next Generation. Ia membintangi tujuh musim serial itu, lalu empat film Star Trek antara 1994 dan 2002, dan menghidupkan Picard lagi pada 2020.

Picard ia bawakan sebagai pemimpin yang tenang, berpikir, dan lebih mengandalkan diplomasi daripada senjata. Ia menjadi teladan kepemimpinan bagi banyak penonton.

Peran besar keduanya adalah Profesor Charles Xavier dalam waralaba X-Men. Di sini Stewart menghadirkan guru yang bijak sekaligus rapuh, sahabat sekaligus rival Magneto. Ia dijadwalkan kembali sebagai Profesor X dalam Avengers: Doomsday, yang menurut sebuah laporan menjadi film terakhirnya.

Penghargaan dan pengakuan

Pada 1996 Stewart meraih Grammy untuk album spoken word anak terbaik lewat narasinya di Peter and the Wolf, dan mendapat bintang di Hollywood Walk of Fame.

Ia juga dinominasikan untuk Golden Globe dan Emmy lewat Moby Dick dan The Lion in Winter, serta Emmy lewat penampilan tamu di Extras dan peran utamanya dalam adaptasi layar Hamlet.

Pada 2010 Ratu Elizabeth II menganugerahinya gelar kebangsawanan atas kontribusinya di bidang drama.

Di luar layar, pernyataan keluarganya menyebut aktivismenya untuk hak asasi manusia, penyintas kekerasan dalam rumah tangga, pengungsi, kesehatan mental veteran, dan kesejahteraan hewan. Ia juga pernah menjabat Kanselir Universitas Huddersfield, dan sepanjang hidup setia mendukung klub sepak bola Huddersfield.

Kata mereka yang mengenalnya

Penghormatan mengalir dari rekan-rekannya. Hugh Jackman, Wolverine di X-Men, menyebutnya sahabat dan pribadi luar biasa yang banyak mengajarinya. Ia berjanji akan merindukan Stewart seumur hidup.

Rebecca Romijn, pemeran Mystique, mengenangnya sebagai sosok yang lucu, usil, dan punya selera humor luar biasa selama 25 tahun perkenalan mereka.

Famke Janssen, yang bermain bersamanya di dua waralaba berbeda, menyebutnya legenda dan salah satu aktor terbaik. Kelsey Grammer juga mengenangnya sebagai pribadi yang mengagumkan dan menyenangkan.

Kepala Marvel Studios Kevin Feige menyebut Stewart punya kecerdasan, kehangatan, dan kemurahan hati, baik di depan maupun di belakang kamera.

Ian McKellen, sahabat sekaligus lawan mainnya sebagai Magneto, mengenang pertemuan mereka di Royal Shakespeare Company. Menurut McKellen, kebanggaan Stewart pada asalnya dari Yorkshire tercermin dalam aksennya dan kejujurannya menyampaikan pendapat dan perasaan.

Penutup

Pernyataan keluarga menyebut Stewart akan dikenang karena martabat, kasih sayang, dan nilai kemanusiaan yang ia hadirkan dalam setiap peran dan dalam hidupnya. Kata-kata itu terasa tepat.

Ia mengajarkan bahwa wibawa tidak harus keras, dan bahwa aktor panggung yang matang bisa menjadi bintang pada usia ketika banyak orang mulai berpikir untuk berhenti. Banyak orang akan terus mengingatnya setiap kali menonton kapten yang berbicara dengan tenang dari anjungan sebuah kapal angkasa. ***