Menyaksikan The Tobs Legend di Himpang Lime: Mengobati Rasa Rindu Masa Lalu

Penampilan The Tobs legend di kawasan Himpang Lime Toboali. (Foto: Sandi)

Penampilan The Tobs legend di kawasan Himpang Lime Toboali. (Foto: Sandi)

Culture

Oleh Iyek Aghnia

ORBITINDONESIA.COM - Engkau gemilang malam cemerlang

Bagaikan bintang timur sedang mengambang

Tak jemu-jemu mata memandang

Aku namakan dikau juwita malam

Sinar matamu menari-nari

Masuk menembus ke dalam jantung kalbu

Aku terpikat masuk perangkap

Apa daya asmara sudah melekat

Juwita malam siapakah gerangan tuan

Juwita malam dari bulankah tuan...

Lagu karya maestro Ismail Marzuki ini menjadi tembang pembuka penampilan grup musik legendaris asal Toboali, The Tobs Legend, di kawasan Himpang Lime, Toboali, Sabtu, 29 Agustus 2026 malam.

Lagu yang dibawakan oleh Fredi, vokalis The Tobs, seolah menghanyutkan para penonton yang hadir di halaman Wisma Samudera—lokasi pentas malam itu—kembali melintasi lorong waktu ke masa silam.

Keseruan berlanjut saat lagu Kasih karya musisi Richard Kyoto, yang dipopulerkan penyanyi jazz Ermy Kulit, dilantunkan dengan syahdu oleh vokalis wanita The Tobs Legend, Eva Solina. Sebelum dua tembang nostalgia tersebut digulirkan, dua lagu instrumen karya Koes Plus, Mengapa dan Muda-Mudi, lebih dulu menyapa panggung sebagai pembuka pertunjukan.

Menyaksikan penampilan The Tobs malam Minggu itu seolah memutar kembali memori era kejayaan musik panggung dan grup band lokal di Toboali dan sekitarnya.

Dukungan dua musisi muda dari Aluna Band pada posisi gitar dan bas membuat penampilan The Tobs Legend kian solid. Kolaborasi ini berpadu harmonis dengan dua personel tetapnya, yakni H. Sidik Firdaus pada bedug Inggris (set drum) dan Mursan yang lincah memainkan tuts keyboard. Suasana masa keemasan panggung hiburan Toboali pun seketika hidup kembali.

Pada era 1980-an hingga 1990-an, setiap malam Minggu dan malam Senin—terutama dalam perhelatan pesta pernikahan—grup band di Toboali selalu menjadi penghibur utama masyarakat dan para tamu undangan.

Lagu-lagu yang sedang menduduki tangga teratas hits di radio dan televisi selalu sukses dimainkan oleh band-band era itu, tak terkecuali The Tobs Legend.

Masyarakat kala itu sangat akrab dengan lagu-lagu hits tersebut. Bahkan, tembang-tembang cadas milik grup band terkemuka tanah air seperti God Bless, Gong 2000, The Rollies, Kaisar, hingga Grass Rock menjadi menu wajib yang selalu mereka mainkan melalui lantunan vokal Rudi Idol dan Slank.

Pada era kejayaannya, The Tobs memang sudah terbiasa memainkan repertuar lagu-lagu cadas, mulai dari Kehidupan, Kepala Dua, Kepada Perang, Petani, Kerangka Langit, hingga lagu berirama brass section milik The Rollies, Astuti.

Penampilan The Tobs Legend bersama dua personel Aluna Band malam Minggu ini sukses menjadi mesin waktu yang mengajak penonton bernostalgia lewat nada dan kenangan.

Seperti biasanya, musik dangdut yang menjadi "menu wajib" hiburan warga juga tak ditinggalkan oleh The Tobs. Dari kejauhan, terdengar vokal merdu Eva Solina melantunkan lagu hits milik Elvy Sukaesih.

Malam Minggu di Himpang Lime kali ini terasa berbeda dan hangat. Ada Sekuntum Mawar Merah. Goyang, Mang!

Sekuntum mawar merah…

Yang kau berikan kepadaku di malam itu

Ku mengerti apa maksudmu

Sampai kini ku simpan

Bunga pemberian darimu

Tiap ku lihat ku terkenang pada dirimu... ***