Protect College Sports Act Disetujui Big Ten-SEC, Kongres Diuji
ORBITINDONESIA.COM – Protect College Sports Act akhirnya mendapat dukungan Big Ten dan SEC setelah negosiasi alot soal pembatasan bagi hasil dan celah “jalur belakang” lewat sponsor. Senator Ted Cruz berkata, “Now it's time to get the bill through Congress and on to President Trump's desk. Let's save college sports.” (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Terjemahan akurat artikel sumber: RUU Protect College Sports Act yang lama ditunggu dan diperdebatkan nyaris gagal pada Kamis malam. Jumat pagi, RUU itu kembali bernyawa, dan Jumat malam salah satu senator yang terlibat, Eric Schmitt, merayakannya dengan Busch Light dingin. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Big Ten dan SEC, dua konferensi yang sebelumnya diam dan nyaris menenggelamkan RUU ini menjelang reses Agustus, akhirnya memilih mendukung. Dukungan itu diputuskan lewat panggilan terpisah bersama para presiden dan kanselir kampus masing-masing. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Dukungan muncul setelah negosiasi melelahkan yang menghasilkan bahasa kunci untuk mencegah kampus mengakali batas bagi hasil. Triknya adalah mengalirkan uang ke atlet lewat sponsor korporat dan mitra hak siar multimedia yang berafiliasi. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Sumber CBS Sports menyebut sinyal dari Gedung Putih pada Jumat pagi ikut menekan proses yang sempat macet semalaman. Para staf kongres, pemimpin konferensi, dan legislator berkutat berhari-hari pada pasal “associated entities” sementara tenggat reses makin dekat. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Schmitt menjelaskan inti masalahnya adalah mencegah “kedipan dan anggukan” yang memindahkan pembayaran agar tak tercatat sebagai bagi hasil institusi. Ia menyebut praktik itu bisa membuat total uang untuk roster sepak bola menjadi dua atau tiga kali lipat dari angka resmi. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Terjemahan akurat artikel sumber: Solusinya adalah kewajiban “attestation” dari entitas luar seperti perusahaan apparel dan mitra hak siar. Mereka harus menyatakan bahwa kesepakatan dengan pemain bersifat terpisah dari pengaturan institusi dan tunduk pada proses peninjauan Collegiate Sports Commission. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Bahasa pasal itu bolak-balik sepanjang hari hingga akhirnya disepakati. Komisaris SEC Greg Sankey bahkan menghadirkan Schmitt ke panggilan bersama para pemimpin kampus SEC untuk mengunci persetujuan. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Big Ten dan SEC sama-sama memilih “ya” dan merilis pernyataan bersama. Mereka menyebut dukungan diberikan “as currently drafted” setelah negosiasi rinci dengan Cruz, Cantwell, dan Schmitt. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Angka menjadi magnet utama publik, karena RUU ini pada praktiknya menaikkan batas dana untuk pemain. Struktur yang disebutkan adalah $21,3 juta bagi hasil dari House settlement, plus pengecualian “retention pool” $22,5 juta, dan tambahan $5 juta untuk NIL cabang non-pendapatan. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Totalnya, sekolah dapat membayar pemain hingga $48,8 juta per tahun. Schmitt mengklaim pasar “memvalidasi” angka itu, karena Big Ten dan SEC semula meminta $25 juta, sementara estimasi Notre Dame untuk angka keras tanpa kolektif adalah $50 juta. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
RUU ini tidak hanya soal uang, dan bagian ini sering luput dari perdebatan NIL. Di lapangan, RUU mengunci perlindungan untuk olahraga putri dan cabang Olimpiade, dengan melarang NCAA dan konferensi Divisi I mengurangi jumlah tim varsity, minimum peserta roster, atau jumlah kompetisi untuk status keanggotaan FBS. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Bagi atlet, RUU menjamin satu kali transfer tanpa kehilangan eligibilitas, serta menetapkan pengecualian spesifik untuk transfer tambahan. Ini mengubah transfer portal dari “kebiasaan pasar” menjadi hak yang diatur, meski detail pengecualian akan menentukan seberapa longgar praktiknya. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
RUU juga membidik “coaching carousel” yang selama ini mengganggu integritas musim. Pelatih football dan staf kunci dilarang pergi di tengah musim untuk secara efektif mengambil alih program FBS lain melalui rekrutmen, manajemen roster, aktivitas NIL, atau perencanaan pertandingan. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Di ranah media, RUU membuat pengecualian antitrust yang terarah agar sekolah dan konferensi dapat menggabungkan dan menjual hak media secara sukarela. Namun syaratnya berat, yaitu 75% sekolah FBS saat ini harus setuju, yang secara praktis berarti hampir semua anggota di luar Big Ten dan SEC. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
RUU ini juga secara efektif membatasi ekspansi konferensi paling kuat hingga 19 tim. Itu berarti Big Ten hanya bisa menambah satu program lagi, sebuah rem politik terhadap konsolidasi kekuasaan yang selama ini didorong uang siaran. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Tambahan terbaru, Title III, membahas akses Historically Black Colleges and Universities (HBCU) ke lanskap media olahraga kampus yang berkembang. Teks spesifiknya belum dipublikasikan per Jumat, dan beberapa pemimpin konferensi disebut sempat terkejut. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Secara politik, dukungan Big Ten-SEC mengubah peta, karena Big 12 dan ACC sudah lebih dulu mendukung sejak Juni. Senator Maria Cantwell menyebut langkah ini membuka jalan untuk melindungi atlet putri dan Olimpiade serta mendekatkan RUU ke meja Presiden. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Komisioner Big 12 Brett Yormark menekankan “broad alignment” pada kerangka yang praktis dan berkelanjutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan RUU ini dijual sebagai stabilisasi sistem, bukan sekadar legalisasi pembayaran. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Jadwal menjadi pedang di leher negosiasi. Schmitt berkata jika lewat Senin, “it's over,” karena anggota Kongres sudah meninggalkan Capitol Kamis malam dan baru kembali Minggu untuk sesi terakhir sebelum reses musim panas. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune diperkirakan mengajukan cloture paling cepat Senin, dengan voting lantai bisa terjadi pertengahan pekan. Namun Schmitt mengakui timeline bisa meleset hingga akhir pekan setelah tanggal reses, dan ia perlu “mendidik” kolega yang belum mengikuti isu ini. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Kunci RUU ini adalah pertaruhan antara transparansi dan kreativitas pasar. Bahasa “associated entities” menunjukkan negara berusaha menutup celah, tetapi sejarah regulasi olahraga selalu memunculkan inovasi baru untuk mengakali batas. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Angka $48,8 juta terlihat seperti kompromi teknokratis, namun ia juga mengakui realitas bahwa “kolektif” dan NIL telah menciptakan standar bayangan. Ketika Schmitt menyebut “market is” sekitar $50 juta, ia sebenarnya mengakui negara sedang mengejar pasar, bukan memimpinnya. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Perlindungan untuk olahraga putri dan Olimpiade terdengar mulia, tetapi bisa memindahkan beban ke pos lain di kampus. Jika pemasukan media tidak merata, kewajiban mempertahankan tim dan kompetisi dapat menekan sekolah menengah-bawah, bahkan ketika Power Conference mampu menanggungnya. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Pengecualian antitrust media yang mensyaratkan 75% persetujuan FBS juga mengandung paradoks. Ia membuka peluang “liga bersama” yang lebih kuat, tetapi sekaligus memaksa konsensus luas yang sulit dicapai dalam ekosistem yang makin terfragmentasi. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Pembatasan ekspansi hingga 19 tim adalah sinyal bahwa Kongres ingin mengerem perlombaan senjata konferensi. Namun, rem itu bisa memicu strategi alternatif seperti aliansi jadwal, paket media bersama, atau model afiliasi yang secara substansi tetap memperluas dominasi. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Larangan pelatih “membajak” program lain di tengah musim menarik karena menyasar etika kompetisi, bukan sekadar kontrak kerja. Tetapi penegakannya akan rumit, karena batas antara “rekrutmen” dan “obrolan informal” sering kabur, terutama saat agen dan perantara terlibat. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Schmitt menyebut banyak kebijakan Washington tidak dipedulikan publik, tetapi olahraga kampus berbeda karena melekat pada identitas komunitas. Pernyataan itu menjelaskan mengapa RUU ini bergerak cepat, karena ia menyentuh emosi pemilih, uang media, dan kebanggaan negara bagian sekaligus. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Enam pekan sebelum kickoff, para pemangku kepentingan paling kuat akhirnya berkata “ya,” dan kini bola ada di tangan Kongres. Pertanyaan besarnya bukan hanya apakah RUU lolos, tetapi apakah ia benar-benar menutup celah atau justru meresmikan permainan baru yang lebih rapi. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)
Jika Protect College Sports Act menjadi hukum, olahraga kampus akan memasuki era regulasi yang lebih eksplisit, dengan angka, larangan, dan pengecualian yang tertulis. Namun pada akhirnya, integritas kompetisi tidak hanya ditentukan pasal, melainkan keberanian semua pihak untuk berhenti “wink and nod” ketika uang mulai berbicara. (Orbit dari berbagai sumber, 13 Agustus 2026)