Yaman: Houthi yang Didukung Iran Tewaskan Enam Orang di Kapal yang Lewat Laut Merah, Salah Satunya Warga Indonesia
ORBITINDONESIA.COM - Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi yang didukung Iran menewaskan empat awak kapal dan dua petugas penyelamat dalam serangan "double-tap" (serangan beruntun yang menargetkan lokasi yang sama tak lama setelah serangan pertama) terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah.
Insiden ini merupakan eskalasi serius dan tanda bahwa konflik mematikan tersebut meluas ke seluruh kawasan.
Kementerian Transportasi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan bahwa Houthi menembakkan tiga rudal balistik ke arah Tihamah, sebuah kapal kargo kecil yang mengangkut bahan makanan.
Kebakaran akibat serangan tersebut merusak kapal dan menewaskan empat awak kapal—tiga warga negara Pakistan dan satu warga negara Indonesia—ujar kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa empat awak kapal lainnya dan seorang petugas penyelamat mengalami luka-luka.
Kementerian tersebut menuduh Houthi kembali menargetkan kapal itu setelah operasi pencarian dan penyelamatan dimulai, dalam tindakan yang disebut sebagai upaya untuk "membahayakan nyawa semua orang di atas kapal, termasuk tim penyelamat."
Penjaga Pantai Yaman kemudian menyatakan bahwa, berdasarkan informasi awal, dua petugas penyelamat serta empat awak kapal tewas dalam serangan tersebut.
Sempat terjadi simpang siur mengenai kepemilikan kapal yang diserang; laporan awal dari pejabat Yaman dan kelompok intelijen maritim Marisks menyebutkan bahwa sebuah kapal tak dikenal milik Arab Saudi telah diserang di Selat Bab al-Mandeb.
Namun, menurut MarineTraffic, Tihamah berlayar dengan bendera Tanzania dan dimiliki oleh perusahaan yang terdaftar di Mesir dan Yaman.
Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dengan alasan kapal tersebut mengangkut peralatan militer, demikian dilaporkan kantor berita Saba yang dikelola Houthi pada hari Selasa, 11 Agustus 2026. Arab Saudi tidak segera menanggapi klaim tersebut.
Saluran televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi Yaman merilis beberapa foto dan video pendek yang diduga memperlihatkan kapal tersebut. Nama Tihamah terlihat jelas dalam dua foto di antaranya.
Bulan lalu, kelompok tersebut memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan kapal Saudi mana pun yang hendak melintasi selat itu, sebagai tanggapan atas blokade lama yang diberlakukan Saudi terhadap kelompok tersebut, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman.
Militer AS Tembakkan Rudal
Joint Maritime Information Center (Pusat Informasi Maritim Gabungan), yang diawasi oleh Angkatan Laut AS, menyatakan bahwa sebuah kapal kargo umum tak dikenal terkena proyektil saat sedang diam di perairan teritorial Yaman di Selat Bab al-Mandeb. Laporannya pada hari Selasa tidak menyebutkan identitas kapal maupun pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Militer AS melumpuhkan sebuah kapal kargo berbendera Panama yang sedang berlayar menuju pelabuhan Iran pada hari Selasa dengan menembakkan dua rudal Hellfire ke ruang mesinnya; hal ini diumumkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui sebuah unggahan di media sosial.
Kapal M/V Vela Nova "berupaya melintasi Teluk Oman dan melanggar blokade AS terhadap Iran," demikian bunyi unggahan CENTCOM tersebut. Awak kapal "mengabaikan peringatan berulang kali dari pasukan Amerika," yang berujung pada tindakan helikopter MH-60 milik Angkatan Laut AS menembakkan rudal dan melumpuhkan sistem kemudi kapal.
"Kapal tersebut tidak lagi berlayar menuju Iran dengan melanggar blokade AS, yang masih berlaku sepenuhnya," kata unggahan CENTCOM itu.
Blokade militer AS terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju pelabuhan Iran diberlakukan kembali pada bulan Juli setelah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran. Dalam unggahannya pada hari Selasa, CENTCOM menyatakan bahwa sejak saat itu pihaknya telah mengalihkan jalur 55 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal yang tidak mematuhi aturan, serta melakukan pemeriksaan di atas kapal terhadap dua kapal lainnya.
Insiden ini tampaknya sesuai dengan laporan yang dikeluarkan sebelumnya pada hari Selasa oleh pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), yang memantau keamanan maritim di wilayah tersebut. Laporan itu menyebutkan bahwa sebuah kapal kontainer di Teluk Oman telah menjadi sasaran serangan pasukan militer, namun tidak merinci kewarganegaraan pasukan yang terlibat ataupun menyebutkan nama kapal tersebut. ***