Gosip Baru dari Paman SAM: Kedekatan Natalie Harp dan Donald Trump
ORBITINDONESIA.COM - Bintang baru Donald Trump adalah asistennya yang berusia 35 tahun, Natalie Harp, yang dikenal sebagai “mesin cetak manusia” milik Donald Trump karena selalu bawa printer portabel.
Dia adalah asisten pribadi Trump yang sangat berdedikasi (sebagian orang menyebutnya terobsesi secara tidak wajar), yang tugasnya adalah mencetak artikel-artikel yang memuji Trump.
Namun, sebenarnya sepak terjangnya jauh lebih aneh lagi.
Menurut cuplikan buku Vanity Fair dari All or Nothing, buku karya Michael Wolff tentang pemilu 2024, Harp sangat berkomitmen kepada Trump sehingga ia rela menghabiskan satu musim panas dengan tinggal di ruang ganti klub golf hanya agar bisa berada dekat dengan Trump.
Menurut The New York Times, ia tidak pernah libur sehari pun, bahkan pada hari Minggu. Ia bekerja di Ruang Oval dan mendapat tempat duduk tetap di helikopter Marine One.
Ia berkirim pesan dengan para pemimpin dunia atas nama Presiden. Ia begadang hingga larut malam bersama presiden untuk merancang unggahan media sosial.
Ia jarang berbicara di depan kamera, namun ia selalu ada, senantiasa hadir dengan senyuman lebar dan pandangan matanya yang selalu tertuju kepada sang presiden. Dia sepenuhnya di luar rantai komando biasa.
Harp jadi viral setelah terungkap bahwa ia adalah salah satu dari sedikit orang yang ikut dengan Trump di dalam kontainer katering pesawat untuk diterbangkan keluar dari Turki di tengah ancaman serangan.
Sementara itu The Daily Beast melaporkan bahwa ibu negara Melania menolak untuk tampil di depan umum bersama Trump jika ada Natalie Harp; dan karena pada kenyataannya Natalie selalu ada di sisi Trump, Melania sering sekali tidak terlihat di depan umum, demikian menurut Michael Wolff, seorang penulis biografi Trump.
Maggie Haberman (koresponden Gedung Putih) mengatakan, "Natalie pada dasarnya adalah orang yang selalu ada untuk mendampingi presiden secara fisik. Presiden biasa mengatakan kepada para ajudannya bahwa perempuan itu tidak akan pernah meninggalkannya."
(FB Triwibowo Budi Santoso, CNN, DailyBeast, NYTimes)