DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

Rekomendasi 12 Situs Budaya dan Bersejarah di Singapura yang Wajib Dikunjungi

image
Rekomendasi 12 situs budaya dan situs sejarah di Singapura

 

ORBITINDONESIA.COM- Berbicara tentang wisata mengunjungi luar negeri, Singapura memang menjadi salah satu negara yang menjadi incaran sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selain karena jaraknya yang dekat dengan Indonesia, Singapura juga memiliki tata letak kota yang sangat rapih dan budaya mereka yang sangat khas.

Sebagai salah satu negara dengan etnis Tionghoa terbesar di antara etnis Melayu, Singapura juga memiliki situs budaya dan situs sejarah tentang negara mereka yang wajib untuk dikunjungi.

Baca Juga: Permintaan Maaf dan Terima Kasih Pemain Timnas Indonesia setelah kalah di Final AFF 2023 oleh Vietnam

Singapura merupakan sebuah negara besar dengan luas wilayah yang kecil. Luas wilayah mereka hanya 728,6 kilometer persegi, lebih besar sedikit dari Jakarta yang memiliki luas 661,5 kilometer persegi.

Walaupun memiliki luas wilayah yang kecil, Singapura saat ini menduduki urutan nomor tiga sebagai negara pusat perekonomian di dunia.

Pelabuhan di Singapura menjadi pelabuhan tersibuk nomor lima di dunia, sementara bandara Changi di Singapura menjadi bandara dengan fasilitas terbaik di dunia.

Baca Juga: TERLALU, KPK Temukan Dugaan korupsi Terkait Harga Pengadaan Alat Kesehatan di Mark Up Capai 5.000 Persen

Ini merupakan faktor terbesar kenapa negara ini sangat diperhitungkan oleh seluruh dunia karena biarpun kecil, mereka memiliki pengaruh yang sangat besar.

Singapura sampai saat ini masih terus melakukan reklamasi untuk menambah luas wilayah mereka dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2030 mendatang.

Maka tidak heran jika dahulu luas wilayah Singapura masih lebih kecil dari Jakarta dan sekarang sudah lebih besar.

Baca Juga: Shin Tae Yong Ngamuk Wasit Tak Adil, Usai Timnas Indonesia Kalah di Final Piala AFF U23 2023 dari Vietnam

Penduduk Singapura saat ini kurang lebih berjumlah lima juta jiwa dan mereka memakai bahasa nasional yaitu Singlish yang berbeda dengan bahasa Inggris dimanapun.

Sebagai negara independen dan memiliki banyak sekali penduduk dari berbagai macam suku dan ras, Singapura juga memiliki tempat budaya dan bersejarah.

Berikut adalah 12 rekomendasi tempat budaya dan bersejarah yang ada di Singapura yang wajib untuk dikunjungi:

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Ajak Generasi Muda Punya Komitmen Berantas Korupsi: Saya Yakin Bisa

1. National Museum of Singapore

Museum Nasional Singapura merupakan museum paling tua di negara tersebut dan menyimpan berbagai macam pameran yang berkaitan dengan sejarah Singapura.

Museum ini mulai beroperasi pada tahun 1849 yang pada awalnya memiliki fungsi sebagai Perpustakaan dan Museum Raffles.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Orangutan, Rekomendasi Cagar Alam di Kalimantan yang Menjadi Habitat bagi Orangutan

Di dalam museum ini, pengunjung bisa menyaksikan kebudayaan dan perjalanan peradaban Singapura dari waktu ke waktu.

Museum Nasional Singapura juga menyimpan sebelas artefak berharga seperti surat wasiat Munshi Abdullah, Ornamen Emas Bukit Suci, lukisan karya William Farquhar, dll.

Museum ini juga dibangun dengan gaya Renaissance dan Neo-Palladian oleh arsitek kelas atas seperti Henry McCallum, J.F. McNair, I.M. Pei, dan John Frederick.

Baca Juga: Mengenal Penyakit ISPA yang Dipicu Memburuknya Kualitas Udara di Jakarta

Museum ini berlokasi di 93 Stamford Road, Singapura dan buka sampai dengan pukul 18:30.

2. Sri Mariamman Temple

Kuil Sri Mariamman yang terdapat di Singapura merupakan kuil agama Hindu tertua yang ada di negara tersebut.

Kuil ini dibangun pada tahun 1827 oleh pemimpin komunitas dari India pada masa itu yang bernama Naraina Pillai.

Baca Juga: Ternyata Tunas Aglonema Bisa Tumbuh Pakai Media Tanam Air, Begini Caranya!

Kuil ini juga sudah dikukuhkan oleh Pemerintah Singapura sebagai monumen bersejarah di negara tersebut dan telah berhasil menyedot perhatian wisatawan asing yang datang ke Singapura.

Dibangun menggunakan gaya arsitektur Dravidian Architecture, Kuil Sri Mariamman berlokasi di 244 South Bridge Road, Singapura dan buka setiap hari sampai pukul 18:00.

3. Victoria Theatre and Concert Hall

Baca Juga: 6 Alasan Masyarakat Jepang Punya Kebiasaan Mengasingkan Diri

Aula Teater dan Konser Victoria merupakan situs yang menjadi pusat pertunjukan seni yang dirancang secara estetik di Pusat Singapura.

Bagian utama dari bangunan ini adalah dua buah menara jam raksasa yang dibelah oleh koridor umum yang sangat luas dimana pengunjung bisa melihat kemegahannya dari sana.

Bangunan tertua yang ada di kawasan ini dibangun pada tahun 1862, sementara seluruh bangunan yang ada di sana selesai dibangun pada tahun 1909.

Baca Juga: Aktivis dan Penyair Rayakan 60 Tahun Wiji Thukul, Koalisi Melawan Lupa: Orang Baik Tidak Pilih Penculik

Bangunan tersebut memiliki fungsi sebagai pameran acara publik, pertemuan politik, panggung, pertunjukan musik, dll.

Aula Teater dan Konser Victoria sudah dikukuhkan menjadi monumen negara oleh Pemerintah Singapura sejak tanggal 14 Februari 1992.

Bangunan ini dibangun dengan gaya neoklasik oleh arsitek R.A.J. Bidwell yang juga membangun Sultan Abdul Samad di Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Juga: Kementerian Hukum dan Hak Asas Manusia Buka Formasi CPNS!

Bangunan ini berlokasi di 11 Empress PI, Nomor 01-02, Singapura dan dibuka untuk umum jika ada kegiatan publik saja.

4. Mint Museum of Toys

Museum Mainan MINT adalah sebuah museum yang seluruh koleksinya memamerkan mainan-mainan antik yang sudah berumur tua.

Baca Juga: Kedai Bakmi Dzaka Condet Jakarta Timur Kembali Buka, Penggemar Suka Cita

Museum ini menyimpan lebih dari 3.000 mainan yang membuat pengunjung bernostalgia masa kecil dan bahkan ada yang umurnya sudah lebih dari satu abad lamanya.

Koleksi di museum ini juga menyimpan koleksi mainan yang dibuat sejak pertengahan abad ke 19 hingga pertengahan abad ke 20.

Museum ini dibangun setinggi lima lantai oleh arsitek Chan Soo Khian dan mulai beroperasi untuk umum pada tanggal 5 Maret 2007.

Baca Juga: Hujan Buatan Tidak Optimal Atasi Polusi Udara di Jakarta, Pemerintah Akan Coba Semprot Air dari atas Gedung

Museum Mainan MINT berlokasi di Arts & Heritage District, 26 Seah Street, Singapura dan buka setiap hari mulai pukul 09:30 sampai pukul 18:30.

5. Istana Kampong Glam

Istana Kampong Glam merupakan sebuah Istana peninggalan Kerajaan Melayu yang letaknya bersebelahan dengan Masjid Sultan di Kampong Glam, Singapura.

Baca Juga: 5 Karakter Kunci Shibuya Incident Arc di Anime Jujutsu Kaisen Season 2, dari Satoru Gojo sampai Suguru Geto

 

Pada sejarahnya, istana ini dibangun oleh Sultan Hussein Shah yang berasal dari Johor, Malaysia, pada tahun 1819.

Sultan membangun istananya di sebuah tanah pemberian British East India Company yang memiliki luas sebesar 23 hektar.

Istana ini dulunya menjadi tempat tinggal Sultan semasa hidupnya di Singapura hingga hari kematiannya pada tahun 1835 di Malaka, Malaysia.

Baca Juga: Spoiler Drakor Moving Episode 12 dan 13, Mengejutkan Kim Doo Shik akan membunuh Lee Mi Hyun Benarkah Terjadi

 

Setelah Sultan meninggal, istana ini mengalami perombakan ulang dengan memperkecil ukurannya untuk membangun North Bridge Road oleh Pemerintah Singapura pada tahun 1824.

Hingga akhirnya Pemerintah Singapura menjadikan Istana Kampong Glam sebagai monumen nasional pada tanggal 6 Agustus 2015.

Istana Kampong Glam berlokasi di 85 Sultan Gate, Singapura dan dibuka untuk umum setiap harinya.

Baca Juga: Greenpeace Minta DKI Bikin Kebijakan Zona Emisi Rendah di Jalur Padat, Misalnya Jalan MH Thamrin dan Sudirman

6. Museum Peranakan

Pada awal beroperasi, museum ini memiliki nama Museum Peradaban Asia yang kemudian diubah namanya menjadi Museum Peranakan pada tanggal 25 April 2008.

Museum ini menyimpan koleksi sejarah Budaya Peranakan Singapura dan Pemukiman Selat yang berada di Penang dan Malaka, Malaysia.

Baca Juga: Pegadaian Berangkatkan 145 Karyawan Dengan Kinerja Terbaik Berwisata Religi

Selain itu, museum ini juga menampilkan sepuluh galeri permanen yang memperlihatkan berbagai aspek kehidupan pada masa Peranakan.

Di sekitar museum ini juga terdapat toko-toko dan restoran-restoran yang memiliki gaya budaya Peranakan.

Museum Peranakan berlokasi di Old Tao Nan, 39 Armenian Street, Singapura dan dibuka untuk umum setiap hari sampai pukul 19:00.

Baca Juga: 5 Karakter Kunci Shibuya Incident Arc di Anime Jujutsu Kaisen Season 2, dari Satoru Gojo sampai Suguru Geto

7. Civilian War Memorial

Civilian War Memorial atau Peringatan Korban Sipil pada masa Pendudukan Jepang merupakan salah satu landmark warisan sejarah di Singapura.

Peringatan ini sengaja dibangun oleh Pemerintah Singapura untuk didedikasikan kepada seluruh korban sipil yang terbunuh selama masa pendudukan Jepang di Singapura semasa Perang Dunia II.

Baca Juga: Spoiler Drakor The Uncanny Counter 2 episode 10, Ma Ju Seok akan dikhianati dan dibunuh oleh Pil Gwang

Tugu ini dibangun pada tanggal 15 Februari 1967 oleh arsitek terkenal Singapura, Leong Swee Lim dan diperbaharui kembali pada tahun 2002.

Tugu Peringatan ini berlokasi di dalam War Memorial Park di Central Business District, Beach Road, Singapura dan dibuka untuk umum setiap harinya.

8. Singapore Art Museum

Baca Juga: ICW Rilis 12 Mantan Narapidana Kasus Korupsi yang Daftar Bacaleg Pemilu 2024, Catat Namanya

Museum Seni Kontemporer Singapura ini terletak bersebelahan dengan Institusi Seni Pertunjukan dan Seni Visual besar lainnya di Singapura.

Museum Seni Singapura merupakan museum seni pertama di Singapura yang dibangun pertama kali pada tahun 1996.

Museum ini memiliki basis sekolah misi abad ke 19 yang telah dipulihkan kembali dan menampilkan banyak sekali koleksi seni kontemporer Asia Tenggara.

Baca Juga: Inilah Daftar Para Pemain Destined With You, Drakor Terbaru Netflix dan Ratingnya

Selain itu, di museum ini juga terdapat komponen seni kontemporer Internasional yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Para pengunjung yang datang akan diberikan gambaran unik tentang sejarah seni yang sangat kaya dan juga diberikan pemahaman, tentang lokakarya dan artis serta kesempatan untuk mengikuti tur kurator khusus.

Museum Seni Singapura berlokasi di Art and Culture District, Tanjong Pagar Districtpark, Singapura dan dibuka untuk umum setiap hari sampai pukul 19:00.

Baca Juga: Kesabaran Jadi Kunci Kemenangan Persib Bandung Atas RANS Nusantara FC di Pekan ke 10 BRI Liga 1

9. Kranji War Memorial

Kranji War Memorial dibangun oleh Pemerintah Singapura untuk didedikasikan kepada para pahlawan negara yang berjuang melawan Jepang pada Perang Dunia II.

Tugu ini dibangun pertama kali oleh arsitek Singapura bernama Colin St Clair Oakes pada tahun 1946.

Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Arsenal Main Imbang, Manchester United Menang Comeback

Dalam Tugu Peringatan ini pengunjung dapat melihat beberapa peninggalan zaman perang seperti Tembok Peringatan, Makam Militer, Makam Perang, dan Pemakaman Negara.

Disini juga terdapat makam dari Adnan Bin Saidi, seorang perwira militer dari Brigade Infanteri Pertama yang dikenang karena keberaniannya melawan Jepang pada Pertempuran Pasir Panjang di Singapura.

Adnan Bin Saidi saat ini dikenang dan dicap sebagai pahlawan nasional oleh negara Singapura dan Malaysia karena keberanian dan aksi heroiknya pada masa itu.

Baca Juga: Ini Dia Hasil Pertemuan Level Menteri Mengenai Catatan dari Kolaborasi Sektor Keuangan dan Kesehatan ASEAN

Selain itu, di Kranji War Memorial pengunjung juga bisa melihat pemandangan panorama lanskap sekitarnya yang belum berubah sejak zaman dahulu serta cakrawala Johor Bahru, Malaysia.

Kranji War Memorial berlokasi di 9 Woodlands Road, Kranji, Singapura dan dibuka untuk umum setiap harinya mulai pukul sembilan pagi.

10. Asian Civilisation Museum

Baca Juga: Hasil Final Piala AFF U23 2023, Penalti Ernando Ari Terbaca, Indonesia Runner Up

Asian Civilisation Museum merupakan salah satu museum pionir di Singapura yang menyimpan koleksi budaya dan peradaban pan-Asia di masa lalu.

Di museum ini pengunjung bisa melihat banyak sekali peninggalan Tiongkok seperti patung Tao, patung Budha, patung porselen Dehua, kaligrafi, dan masih banyak lagi.

Pada South Asian Galleries terdapat koleksi artefak yang menjadi wakil dari seni, sejarah, dan kebudayaan dari negara-negara di Asia Selatan.

Baca Juga: Hasil Pekan ke 10 BRI Liga 1, Laga PSS Sleman Melawan Persebaya Berakhir Tanpa Pemenang

Museum ini juga menyimpan koleksi karya dari Sekolah Seni Mathura dan Gandhara, perunggu Chola yang sangat indah, kerajinan berbahan kayu dari India Selatan, cetakan zaman kolonial dan masih banyak lagi.

Sementara di Southeast Asian Galleries menyimpan koleksi patung Khmer, bentuk seni Budha, patung dari Jawa, dan masih banyak lagi.

Pada awal berdirinya, museum ini berlokasi di Old Tao Nan School District, Armenian Street, Singapura dekat dengan Museum Peranakan, Museum Nasional Singapura, dan Museum Seni Singapura.

Baca Juga: Bali Garap Wisata Olahraga untuk Genjot Perekonomian

Namun sekarang museum ini sudah berpindah lokasi di Empress Place Building, 1 Empress PI, Singapura dan dibuka untuk umum setiap harinya mulai pukul 10:00 sampai pukul 19:00.

11. Masjid Sultan

Masjid Sultan merupakan bangunan masjid paling penting dan paling ikonik di Singapura. Banyak sekali wisatawan muslim yang berkunjung kesana untuk beribadah.

Baca Juga: Siapakah Luis Rubiales, Berikut Profil, Klarifikasi, dan Kronologi Pelecehan Seksual Terhadap Jenni Hermoso 

Masjid ini dibangun oleh Sultan Hussein Shah dari Johor di sebelah istananya pada tahun 1824 dan 1826 menggunakan dana yang diberikan oleh East India Company.

Daya tarik utama dari bangunan ini adalah ruang shalat yang sangat luas dan kubah masjid yang sangat indah.

Bangunan ini juga sudah dikukuhkan menjadi monumen nasional oleh Pemerintah Singapura pada tanggal 8 Maret 1975.

Baca Juga: Akhir Kisah Kasus Dua Bayi Tertukar di Bogor, Kini Jadi Anak Angkat Polisi

Masjid Sultan berlokasi di Kawasan Kampong Glam, 3 Muscat Street, Singapura dan dibuka untuk umum setiap hari sampai pukul 21:00.

12. Thian Hock Keng

Thian Hock Keng merupakan nama dari bahasa Mizu yang artinya adalah Istana Kebahagian Surgawi.

Thian Hock Keng merupakan sebuah kuil tua yang terkenal di Singapura yang dibangun untuk didedikasikan kepada Dewi Laut China yang bernama Mazu.

Baca Juga: Profil Kim Rowoon, Sosok Pengacara Tampan dalam Drakor Destined With You yang Curi Banyak Perhatian

Kuil ini merupakan kuil tertua dan merupakan peninggalan bersejarah yang paling penting dari peradaban suku Hokkien.

Kuil ini dibangun antara tahun 1821 hingga 1822 dan berfungsi sebagai tempat singgah para pelaut dan imigran untuk berterima kasih kepada Dewi Mazu karena telah diberikan izin untuk melewati laut Singapura dengan aman.

Kuil ini mengalami beberapa kali pembaharuan mulai dari luas wilayah dan juga interior yang ada di dalamnya sehingga menjadi semakin megah.

Baca Juga: Berikut Profil Oh Eui Sik, Pemeran Kim Do Ha, Tim Forensik yang Ahli Jinakkan Bom dalam The First Responder 2

Dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Tiongkok dimana terdapat banyak sekali paviliun yang terletak pada bagian tengahnya.

Bagian atap kuil ini dihiasi corak naga yang sangat indah, di bagian pintu masuknya terdapat patung singa batu dan dewa pintu yang diukir menggunakan ubin berwarna dan balok hias yang disepuh.

Ada juga patung burung mitologi china, Phoenix, yang sangat indah bersebelahan dengan patung naga untuk menambah kesan artistik dari bangunan tersebut.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kalian Harus Nonton Shibuya Incident Arc di Anime Jujutsu Kaisen Season 2: Banyak Plot Twist

Thian Hock Keng merupakan tempat religius untuk penganut agama Tao, bangunan ini berlokasi di 158 Telok Ayer Street, Singapura dan dibuka untuk umum setiap hari dari pukul 07:00 sampai pukul 18:00.

Itulah rekomendasi situs budaya dan sejarah yang ada di Singapura. Tertarik untuk mengunjungi salah satunya?.***

Berita Terkait