DECEMBER 9, 2022
Buku

Menyimak Buku Kota Untuk Semua, tentang Hunian yang Selaras dengan Agenda Urban Baru

image
Buku Kota Untuk Semua (Foto: satrio)

ORBITINDONESIA.COM - Tahukah Anda, 60 persen penduduk dunia akan tinggal di kota pada tahun 2030? Tapi, apakah kota yang kita tempati sekarang sudah siap menyejahterakan semua orang?

Pertanyaan ini dibahas di buku Kota Untuk Semua karya Wicaksono Sarosa. 

Menurut buku ini, seiring dengan meningkatnya urbanisasi, terjadi pula pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Namun, apakah Anda tahu bahwa di Indonesia, pertumbuhan ini belum sebanding dengan kesejahteraan rakyatnya?

Baca Juga: Arti Penting Buku Rudi Wijaya dkk tentang Rekognisi Hukum Adat dan Masyarakat Hukum Adat

Berbeda dengan negara-negara tetangga seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand, kita masih kalah dalam hal menyejahterakan masyarakat perkotaan. Pernahkah Anda bertanya, mengapa hal ini bisa terjadi?

Buku Kota Untuk Semua menawarkan jawaban atas semua pertanyaan itu. Bukan hanya analisis, buku ini memberikan solusi nyata.

Buku ini merinci bagaimana kota yang kita tinggali seharusnya dirancang dan dikelola agar memanfaatkan sumber daya dari semua pihak.

Baca Juga: Buku Cipinang Undercover Karya Indra Adil Mengungkap Lahirnya Konspirasi di Dalam Sel Lapas

Ini adalah panduan komprehensif yang akan membantu memahami bagaimana konsep kota dapat dirancang untuk keberlanjutan dan kesejahteraan umum, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda (NUA).

Ini adalah buku yang didukung oleh penelitian, data, dan wawasan dari berbagai laporan resmi lembaga-lembaga dunia. Buku ini tak hanya memaparkan problematika, tetapi juga menawarkan solusi yang bisa diaplikasikan.

Dengan memahami isi buku yang diterbitkan Kalibaru ini, kita memulai perubahan dari diri kita sendiri, dari komunitas kita, dan untuk Indonesia.

Baca Juga: Buku The Horde, Kisah Suku Mongol yang Menakjubkan Karya Marie Favereau

Kembangkan pemahaman tentang urbanisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Jangan sampai ketinggalan kesempatan untuk memahami dan memanfaatkan peran kota dalam pembangunan yang lebih baik untuk semua pihak.***

Berita Terkait