Buku

Mengapresiasi Buku Konflik dan Perdamaian Etnis di Indonesia Karya Samsu Rizal Panggabean

image
Ilustrasi konflik etnis. Samsu Rizal Panggabean menulis buku tentang konflik dan perdamaian etnis di Indonesia (Foto: Istimewa)

ORBITINDONESIA.COM - Buku karya Samsu Rizal Panggabean ini menghadirkan paparan baru mengenai konflik komunal yang merusak proses transisi demokrasi Indonesia.

Berbeda dari sebagian besar penjelasan yang hanya fokus pada wilayah-wilayah kekerasan, Samsu Rizal Panggabean dengan cermat membandingkan kota-kota yang damai dan mengalami kekerasan lalu mengajukan penjelasan konflik yang baru: variasi preferensi politis dari aparat keamanan negara.

Karya Samsu Rizal Panggabean ini memang menarik. Gagasan-gagasan yang didapat dari Indonesia ini tak ternilai harganya bagi para sarjana perbandingan demokratisasi di seluruh dunia, khususnya yang mempelajari pengaruh transisi rezim terhadap politik etnis. 

Baca Juga: Diaspora Bangga Berbangsa, Buku Karya Fenty Effendy yang Soroti Peran Diaspora dalam Pembangunan RI

Menurut Sandra Hamid dari The Asia Foundation, buku ini merupakan bacaan mutlak bagi semua orang yang ingin mencegah atau mengatasi konflik Pribumi-Tionghoa dan Islam-Kristen, jenis-jenis konflik yang hampir pasti akan mengguncang perdamaian politik di Indonesia pada masa depan.

Data yang dikumpulkan Rizal Panggabean, ilmuwan politik ternama dari Universitas Gadjah Mada, bersifat orisinal, peka, lengkap, dan cermat.

Oleh karena itu, argumen pokoknya, bahwa peran dan strategi aktor negara lebih penting ketimbang ciri dan pemilahan kelompok, amat meyakinkan.

Baca Juga: Menyimak Buku Outlook Kendaraan Listrik Indonesia 2023

“Pertanyaan yang membingkai buku Rizal Panggabean ini sederhana: Mengapa kekerasan terjadi di sebuah tempat dan tidak di tempat lain,” kata Sandra.

“Kesederhanaan bingkai studinya menolak berbagai teori konspirasi dan analisis jalan pintas. Dia melihat dengan tajam kejadian di beberapa daerah, dan mencari jawab,” lanjut Sandra.

“Dia bahas juga yang tak terjadi–nirperistiwa–untuk menerangkan yang terjadi.Dari tulisan ini, kita mengerti lebih banyak apa dan siapa yang berkontribusi pada peristiwa kekerasan yang ditelitinya di Surakarta dan Ambon,” ujar Sandra.

Baca Juga: Bedah Buku Serumpun Pantun Melayu: Pantun, Benteng Literasi Budi Pekerti

Benjamin Smith dari University of Florida (AS) mengatakan, “Selama hampir dua dekade, Rizal Panggabean mempelajari konflik etnis dan menuliskannya.”

“Namun, dia melakukan lebih dari sekadar itu: Dia juga memanfaatkan wawasan dari penelitian dan ilmu pengetahuan ini untuk mengakhiri konflik, seringkali dengan melibatkan para pihak dalam konflik yang dia pelajari dan berusaha mendapatkan wawasan dari mereka,” tutur Smith.

“Sebagai teman dan rekan penulis, bersamanya selalu menginspirasi saat menyaksikan upayanya yang tak kenal lelah dalam menyelesaikan konflik yang tiada hentinya,” tegas Smith.

Baca Juga: Mahasiswa Pendukung Ganjar-Mahfud di Mesir Bagikan Buku Hidup Berdampingan di Tengah Kemajemukan

Samsu Rizal Panggabean adalah seorang staf pengajar pada jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sejak tahun 1991.

Samsu berkuliah di IAIN Sunan Kalijaga pada jurusan Tafsir Hadits, dan jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univeritas Gadjah Mada.

Samsu Rizal menempuh pendidikan jenjang S2 nya pada Institue For Conflict Analysis and Resolution, George Mason University, Amerika Serikat.

Baca Juga: Serena Cosgrova Francis asal Kupang NTT Luncurkan Buku Prabowo Pemimpin di Atas Garis

Ia sering sekali melakukan kegiatan penelitian dan beberapa diantaranya adalah: “Terrorism in ASEAN Countires' pada tahun 2012, “The Role of Police and Community Leaders in Protecting Religious Freedom in Indonesia (2012), “Ethnic Conflict and Civil Society in Six Cities of Indonesia (2009-2010) dan masih banyak lagi penelitian yang ia lakukan.

Judul: Konflik dan Perdamaian Etnis di Indonesia

Penulis: Samsu Rizal Panggabean

Baca Juga: Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina: Rusia Mungkin Akan Diundang ke KTT Perdamaian Global

Editor: Titi Firawati dan Irsyad Rafsadie

Genre: Sosial

Ukuran: 14.5 x 21

Baca Juga: Presiden Serbia Aleksandar Vucic: Saya akan Dapat Nobel Perdamaian Jika Akui Kemerdekaan Kosovo

Tebal: 278 halaman ***

Berita Terkait