DECEMBER 9, 2022
Ekonomi Bisnis

Dirut BSI Hery Gunardi: Bank Syariah Indonesia Sedang Siapkan Kantor Cabang di Jeddah, Arab Saudi

image
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kedua dari kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri "Santunan 3.333 Anak Yatim BSI" dan buka puasa bersama di JCC Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Maret 2024. ANTARA/Uyu Septiyati Liman

ORBITINDONESIA.COM - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi menuturkan, BSI sedang mempersiapkan kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi, selagi menunggu izin operasional diberikan oleh otoritas keuangan setempat.

“Di Jeddah itu kantornya sekarang sedang direnovasi. Izinnya belum ada, tapi kantor sudah dibuat. Tapi Insya Allah bisa ya, karena kami datangnya dengan niat baik, dan juga BSI adalah bank yang cukup prominent, rasanya akan diberikan izin,” ucap Hery Gunardi di Jakarta, Selasa malam, 19 Maret 2024.

Selain di Jeddah, Hery Gunardi menuturkan, BSI juga berencana embuka dua kantor cabang lain di negara Timur Tengah tersebut, setelah nantinya mendapatkan izin dari Saudi Central Bank sebagai otoritas keuangan di Arab Saudi, atau yang sebelumnya bernama Saudi Arabian Monetary Authority (SAMA).

Baca Juga: BSI Kena Serangan Siber 3 Hari, Hancurkan Reputasi Bank Syariah Plat Merah Indonesia

Ia menyampaikan, dua kantor cabang lainnya itu akan berlokasi di Mekah dan Madinah, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbanyak setiap tahunnya.

Hery mencatat, perputaran dana jemaah asal Indonesia mencapai hampir Rp90 triliun, yang digunakan untuk membayar biaya transportasi, akomodasi, makan, pengurusan visa, layanan kesehatan, dan sebagainya.

“BSI ini menangani ekosistem haji dan umrah cukup besar dengan market share sebesar 85 persen. Nah, untuk itu, kami juga berusaha mendekatkan diri dengan punya perwakilan cabang di Arab Saudi,” katanya.

Baca Juga: BSI, Qanun LKS atau Lembaga Keuangan Syariah, dan Istimewanya Aceh

Ia mengatakan bahwa pengurusan izin untuk pembukaan kantor cabang BSI di Arab Saudi didukung penuh oleh pemerintah dengan pendekatan government-to-government (G2G), bukan business-to-government (B2G).

Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian BUMN telah mengirimkan surat kepada pemerintah Arab Saudi untuk membantu upaya BSI tersebut.

“Jadi semua (instansi pemerintah) bantu kami nih, luar biasa dukungannya,” ujar Hery.

Baca Juga: PT Pegadaian Gandeng Penyedia Layanan Pembiyaan dan Pendanaan Berbasis Syariah Duha Syariah

Selain untuk memberikan layanan keuangan dan perbankan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia, ia mengatakan bahwa pembukaan kantor cabang BSI di Arab Saudi merupakan langkah yang strategis untuk mendukung penggunaan QRIS di negara tersebut.

“Saya dengar bahwa Bank Indonesia berusaha untuk bekerja sama agar QRIS Indonesia bisa dipakai di sana (Arab Saudi), sama seperti di Singapura dan Malaysia. Jadi nasabah BSI yang notabene adalah jemaah haji dan umrah ke sana tidak perlu bawa uang cash lagi,” katanya. ***

 

 

Sumber: Antara

Berita Terkait