DECEMBER 9, 2022
Internasional

Menlu China Wang Yi Bertelepon dengan Menlu Iran dan Arab Saudi, Bahas Kondisi Terkini di Timur Tengah

image
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian bicara tentang pembicaraan Menlu Wangyi dengan Menlu Iran dan Arab Saudi (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

ORBITINDONESIA.COM - Menteri Luar Negeri China Wang Yi secara terpisah bertelepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal untuk membahas soal kondisi terkini di Timur Tengah.

"Pada 15 April, Menteri Luar Negeri Wang Yi melakukan panggilan telepon dengan Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian atas permintaan Iran. Selama panggilan telepon, Menlu Wang Yi mengatakan China mengutuk keras dan menentang serangan terhadap kedutaan besar Iran di Suriah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian di Beijing, China, Selasa, 16 April 2024.

Dalam percakapan itu, Wang Yi mengatakan, bagi China serangan tersebut merupakan pelanggaran serius dan tidak dapat diterima terhadap hukum internasional.

Baca Juga: Kemlu RI: Warga Indonesia Diimbau Antisipasi Gangguan Jadwal Penerbangan di Negara-negara Timur Tengah

"China mencatat pernyataan Iran yang mengatakan tindakannya terkendali dan merupakan tindakan membela diri dalam menanggapi serangan terhadap kedutaan besarnya. China mengapresiasi penekanan Iran, untuk tidak menargetkan negara-negara regional dan negara-negara tetangga, serta penegasan kembali soal komitmen lanjutan terhadap kebijakan bertetangga yang baik dan bersahabat," jelas Lin Jian.

China, menurut Lin Jian, percaya bahwa Iran sepenuhnya menyadari situasi tersebut dan akan menghindari gejolak lebih lanjut dengan mempertahankan kedaulatan dan martabatnya.

"Menlu Wang Yi mengatakan situasi yang terjadi saat ini merupakan dampak dari meningkatnya konflik di Gaza. Seharusnya tidak ada lagi penundaan dalam penerapan Resolusi 2728 Dewan Keamanan PBB, sehingga dapat mencapai gencatan senjata di Gaza, benar-benar melindungi warga sipil, dan menghindari bencana kemanusiaan yang semakin parah," ungkap Lin Jian.

Baca Juga: Prihatin Atas Eskalasi Situasi Keamanan Timur Tengah, Indonesia Menyeru Iran dan Israel untuk Menahan Diri

Lin Jian juga mengatakan. China akan menjaga komunikasi dengan Iran dan bekerja sama menuju penyelesaian masalah Palestina secara holistik dan jangka panjang.

"China dan Iran adalah mitra strategis yang komprehensif. China siap untuk terus memajukan kerja sama praktis di berbagai bidang dengan Iran guna mencapai kemajuan yang lebih besar dalam hubungan China-Iran," tegas Lin Jian.

Sedangkan dalam panggilan telepon dengan Menlu Arab Saudi Faisal, Menlu Wang Yi disebut menegaskan sikap China soal serangan ke Konsulat Iran di Damaskus pada 1 April 2024.

Baca Juga: Rusia Prihatin Atas Eskalasi Berbahaya di Timur Tengah Seiring Dampak Serangan Iran ke Israel

"China tegas menentang serangan terhadap Konsulat Iran di Suriah dan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kami mencatat bahwa Iran mengatakan serangan baliknya tidak ditujukan pada negara tetangga mana pun dan Iran bersedia untuk terus mengambil kebijakan bertetangga yang baik dan bersahabat," ungkap Lin Jian.

Menlu Wang Yi juga menekankan bahwa eskalasi yang sedang berlangsung di Timur Tengah adalah dampak terbaru dari konflik Gaza.

"Hal ini merupakan ketidakadilan paling berkepanjangan dalam sejarah dunia modern, akar penyebab permasalahan Palestina-Israel dan inti permasalahan Timur Tengah," kata Lin Jian.

Baca Juga: PM Malaysia Anwar Ibrahim: Semua Pihak Harus Berperan Cari Solusi Konflik di Timur Tengah

Lin Jian mengatakan, China tetap mendukung penerapan solusi dua negara, mendirikan negara Palestina yang merdeka dan memulihkan hak-hak nasional Palestina yang sah sehingga Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan dengan damai.

"Komunitas internasional perlu menunjukkan lebih banyak inisiatif, mendukung keanggotaan penuh PBB untuk Palestina dan menyerukan konferensi perdamaian internasional yang lebih efektif untuk membuat peta jalan bagi solusi dua negara. China juga siap meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut," ungkap Lin Jian.

Pada Sabtu, 14 April 2024 Iran menembakkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal ke arah Israel, sebagai balasan atas serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Damaskus yang menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada 1 April 2024.

Baca Juga: Korea Selatan Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah yang Meningkat

Namun, Israel menyebut hampir seluruh drone dan rudal balistik Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel dan sekutunya yakni Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.

Israel mendaku serangan itu hanya mengenai salah satu pangkalan udara militernya, tetapi tidak menimbulkan kerusakan serius.

Sementara itu, anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz mengatakan pemerintah akan membangun koalisi internasional untuk melawan Iran.

Baca Juga: Presiden Rusia Putin dan Presiden Iran Ebrahim Raisi Bahas Situasi Timur Tengah Pascaserangan Israel di Suriah

Dia menyatakan bahwa pembalasan Israel atas serangan udara Iran akan dilakukan sesuai dengan "cara dan waktu yang akan kami tentukan".

Sedangkan Menteri Luar Negeri Israel Katz mengaku telah meminta lebih dari 30 negara agar menjatuhkan sanksi terhadap program rudal Iran dan menyatakan IRGC sebagai organisasi teroris meski Uni Eropa mengatakan saat ini tidak mempunyai alasan IRGC sebagai organisasi teroris. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait