DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Babad Tanah Jawi: Kisah Skandal Cinta yang Bikin Marah Sultan Pajang dan Berujung Pemberontakan Mataram

image
Ilustrasi - Percintaan putri Sultan Pajang dan putra Tumenggung Mayang (Foto: Sejarah Cirebon)

ORBITINDONESIA.COM - Babad Tanah Jawi menceritakan, bahwa Sultan Pajang atau Jaka Tingkir punya anak gadis yang sangat cantik, bernama Sekar Kedaton.

Suatu waktu anak gadis Sultan Pajang itu tertangkap basah sedang bercinta dengan kekasihnya di Kaputreh. Kekasih sang Putri Pajang itu adalah putra Tumenggung Mayang.

Sultan Pajang marah bukan main. Akhirnya laki-laki yang menyatroni putrinya itu diputuskan dihukum mati. Bukan itu saja, papaknya Tumenggung Mayang (pejabat Kesultanan Pajang ) juga dilucuti jabatannya, kekayaannya dirampas, dan juga nantinya akan dibuang ke Semarang.

Baca Juga: Naik Mobil Alphard Hitam, Presiden Jokowi Bertemu Sultan HB X di Keraton Kilen Yogyakarta

Gemetar mengingat anak dan suaminya akan dieksekusi, istri Tumenggung Mayang yang merupakan adik dari Adipati Mataram minta bantuan ke kakaknya, Sutawijaya.

Datanglah Adipati Mataram yang sebetulnya masih anak angkat Sultan Pajang itu ke Istana, untuk melobi pembatalan hukuman dan atau peringanan hukuman. Namun, Sultan Pajang tak bisa digoyahkan.

Eksekusi pun dilaksanakan. Anak Tumenggung Mayang dihukum mati. Tidak lama kemudian, Tumenggung Mayang dan keluarganya yang asal usulnya dari Trah Mataram dihinakan sebelum dibuang ke Semarang.

Baca Juga: Sultan Johor Resmi Menjadi Raja Malaysia ke-17, Sultan Perak Jadi Wakil Yang di-Pertuan Agong

Singkat cerita arak-arakan tentara Pajang yang membawa keluarga tahanan Tumenggung Mayang menuju Semarang, namun ditengah jalan dicegat oleh pasukan dari Kadipaten Mataram.

Terjadi pertempuran yang sengit antara keduanya, namun pihak Mataram yang menang. Selanjutnya mereka membawa Tumenggung Mayang dan keluarganya ke Mataram.

Oleh Sultan Pajang, perbuatan Adipati Mataram itu dianggap sebagai bentuk pernyataan pemberontakan. Karenanya, Sultan Pajang memutuskan untuk menyerbu Mataram.

Baca Juga: Raja Malaysia Sultan Ibrahim Titahkan Percepat Proses Kerja Karena Tidak Suka Red Tape

Dalam rangka melakukan penyerbuan, Sultan Pajang langsung memimpin pasukan ke Mataram dengan membawa 10.000 tentara. Namun, sesampainya di Mataram ternyata Gunung Merapi meletus. Sejarah menentukan lain. ***

Sumber: Facebook@SejarahCirebon

Berita Terkait