Penemuan Inti Mars yang Solid: Kaitan dengan Bumi dan Implikasinya
ORBITINDONESIA.COM – Temuan baru menunjukkan bahwa inti Mars tidak sepenuhnya cair, melainkan solid seperti Bumi, memberikan wawasan baru tentang planet merah dan potensi kehidupan di luar planet kita.
Tiga tahun lalu, debu Mars menyelimuti panel surya pendarat InSight NASA, mengakhiri operasinya. Namun, data dari misi tersebut terus mengungkapkan informasi penting tentang planet merah, khususnya mengenai inti dan mantel Mars.
Makalah baru di jurnal Nature mengungkap bahwa inti terdalam Mars adalah solid, bukan cair. Sementara itu, penelitian lain di jurnal Science menggambarkan mantel Mars penuh dengan puing kuno, menyerupai tekstur rocky road. Temuan ini memberikan petunjuk tentang sejarah Mars dan bagaimana ia kehilangan medan magnetnya.
Penemuan ini menunjukkan adanya kesamaan dan perbedaan mendasar antara Mars dan Bumi. Menurut Ingrid Daubar dari Brown University, temuan ini penting untuk memahami pembentukan planet secara umum dan dapat membantu mengidentifikasi kondisi yang diperlukan untuk habitabilitas di galaksi.
Dengan memahami Mars lebih baik, kita juga membuka peluang untuk memahami planet berbatu lainnya di luar tata surya. Pertanyaan yang tersisa adalah, bagaimana temuan ini dapat mengarahkan kita pada pencarian kehidupan di luar Bumi?
(Orbit dari berbagai sumber, 6 September 2025)