Demam Emas di Sydney: Antara Spekulasi dan Kenyataan Investasi
ORBITINDONESIA.COM – Antrean panjang investor di toko ABC Bullion Sydney menggambarkan demam emas yang melanda kota ini. Dengan harga emas menyentuh rekor, apakah ini saatnya membeli atau justru berhati-hati?
Harga emas melonjak 25% dalam dua bulan terakhir, menarik banyak investor ke Sydney. Namun, penurunan harga 6.3% pada 22 Oktober menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas aset ini. Dua penasihat keuangan menekankan kehati-hatian dalam menghadapi tren ini.
Andrew Saikal-Skea dan Roger Perrett mencatat peningkatan minat klien terhadap emas. Perrett menyebut fenomena ini didorong oleh ketakutan dan keserakahan. Inflasi dan ketidakpastian geopolitik menjadi katalis klasik permintaan emas, namun investasi dalam emas fisik dianggap spekulatif.
Saikal-Skea lebih menyukai aset produktif daripada emas yang dianggap spekulatif dan tidak menghasilkan pendapatan. Perrett mengingatkan pentingnya diversifikasi dan menyarankan investasi melalui ETF daripada emas fisik. Keduanya menekankan pentingnya strategi jangka panjang dan diversifikasi portofolio.
Investasi emas dapat memberikan perlindungan emosional dan finansial, namun memerlukan kehati-hatian. Pertimbangkan semua risiko dan pilihan sebelum terjun dalam demam emas ini. Apakah Anda siap menghadapi ketidakpastian pasar atau lebih memilih jalan yang lebih stabil?
(Orbit dari berbagai sumber, 29 Oktober 2025)