Wakil PM Timor-Leste Terpukau Paparan Komprehensif dan Science-Based Rokhmin Dahuri tentang Blue Economy
Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., bertemu Wakil PM Timor-Leste, Francisco Kalbuadi Lay, di Kantor Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Dili.
Money & CareerORBITINDONESIA.COM - Pengembangan Blue Economy Timor-Leste memasuki momentum penting. Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Guru Besar Ekonomi Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., bertemu Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Francisco Kalbuadi Lay, di Kantor Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Dili.
Dalam pertemuan tersebut, Rokhmin memaparkan secara komprehensif potensi, tantangan, strategi, serta roadmap pembangunan kelautan, perikanan, dan ekonomi biru Timor-Leste melalui pendekatan science-based, integrated, dan berbasis potensi lokal.
Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay mengaku terpukau dan memberikan apresiasi tinggi terhadap paparan tersebut.
Ia menilai baru kali ini pembangunan sektor kelautan dan Blue Economy Timor-Leste dipresentasikan secara begitu komprehensif, sistematis, terintegrasi, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Apresiasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Blue Economy Timor-Leste tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus mencakup keseluruhan sistem pembangunan dari hulu hingga hilir, mulai dari potensi dan daya dukung sumber daya alam, teknologi, infrastruktur, kualitas SDM, pembiayaan dan investasi, kelembagaan, hingga industri pengolahan dan akses pasar.
Rokhmin menekankan empat pilar utama, yakni perikanan tangkap berkelanjutan, marikultur, ekowisata bahari, serta industri pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan.
Keempat sektor tersebut perlu dikembangkan dalam satu sistem rantai nilai yang mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Guru Besar Ekonomi Kelautan IPB University, Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001–2004, serta Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Rokhmin menegaskan bahwa roadmap tersebut harus disusun berdasarkan data dan fakta lapangan, ilmu pengetahuan, kondisi sosial-budaya masyarakat, serta karakteristik sumber daya lokal.
Dengan demikian, pembangunan Blue Economy Timor-Leste benar-benar bersifat locally grounded, implementable, dan pro-rakyat.
Pendekatan ini sekaligus membuka ruang semakin besar bagi penguatan diplomasi maritim Indonesia–Timor-Leste melalui pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi dan pengalaman kebijakan, peningkatan kapasitas SDM, serta pengembangan investasi produktif di sektor kelautan dan perikanan.
Rokhmin tidak berhenti pada pertemuan di tingkat pemerintahan, tetapi juga akan turun langsung ke akar rumput. Pada Selasa, 6 Oktober 2026, Rokhmin dan tim dijadwalkan mengunjungi Pulau Atauro untuk melihat langsung kondisi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat pesisir serta berdialog dengan nelayan dan pelaku ekowisata.
Dalam misi ini, Rokhmin didukung tim pakar lintas bidang yang terdiri atas Prof. Dr. Sugeng Harihusodo sebagai Ahli Perikanan Tangkap, Dr. Irzal Effendi sebagai Ahli Perikanan Budidaya, Ir. Cipto Aji Gunawan sebagai Ahli Pariwisata Bahari, Bela Rahma Sayida, S.Tr.Pi., M.Sc. pada bidang Industri Pengolahan Hasil Perikanan, serta Ir. Hanjaya yang mendukung aspek administrasi dan logistik.
Pendekatan lintas keahlian ini diharapkan memastikan roadmap yang dirumuskan tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga realistis dan dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat Timor-Leste.
Sebagai tindak lanjut konkret dari pertemuan tersebut, Wakil Perdana Menteri Timor-Leste H.E. Francisco Kalbuadi Lay juga menyatakan komitmennya untuk membantu pembentukan gugus tugas (task force) yang akan mengoordinasikan langkah-langkah lanjutan, mempertemukan kementerian dan lembaga terkait, serta memastikan rekomendasi yang telah dibahas dapat diterjemahkan ke dalam program kerja yang lebih operasional.
Gugus tugas ini diharapkan menjadi jembatan menuju penyusunan roadmap, penguatan koordinasi lintas sektor, dan implementasi agenda Blue Economy Timor-Leste secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Blue Economy harus mampu mentransformasikan kekayaan laut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, nilai tambah, lapangan kerja, ketahanan pangan, dan kesejahteraan rakyat, dengan tetap menjaga kesehatan serta kelestarian ekosistem laut bagi generasi mendatang. ***