Emas dan Geopolitik: Dimana Risiko dan Peluang Bertemu?

ORBITINDONESIA.COM – Harga emas melonjak ke rekor tertinggi, mencerminkan ketidakpastian global yang menghantui pasar. Namun, prediksi menunjukkan bahwa separuh dari risiko ini mungkin mereda di paruh akhir 2026.

Ketegangan antara AS dan China, kekhawatiran utang pemerintah, dan konflik global telah memicu permintaan emas. Citi menyebutkan, meski sebagian risiko ini mungkin tidak terwujud, ketidakpastian masih akan berdampak pada pasar emas.

Harga emas mencapai ATH di US$ 5.594,82, namun segera terkoreksi tajam. Citi memproyeksikan pemerintahan Trump akan menciptakan ekonomi ideal menjelang pemilu sela 2026, dan meredanya konflik global dapat menurunkan risiko harga emas.

Meski harga emas turun, tren kenaikan masih kuat. Investor harus mempertimbangkan faktor geopolitik dan ekonomi. Namun, dengan risiko yang diprediksi mereda, strategi investasi mungkin perlu disesuaikan.

Ketidakpastian global terus menjadi pendorong harga emas. Investor perlu bijak dalam menilai risiko dan peluang. Apakah kita memasuki era baru yang lebih stabil, atau hanya jeda sementara dalam ketidakpastian?