Fenomena Wellnessmaxxing: Ketika Perawatan Diri Menjadi Beban
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah hiruk-pikuk tren TikTok, 'wellnessmaxxing' muncul sebagai pendekatan baru yang menantang esensi perawatan diri.
Perawatan diri seharusnya menjadi cara untuk merawat kesehatan mental dan fisik kita. Namun, tren baru ini mengubahnya menjadi kompetisi multitasking. Alih-alih menenangkan diri, kita malah menambah tekanan melalui 'habit stacking'.
Tren ini berkembang pesat di media sosial, didorong oleh influencer yang mempopulerkan konsep-konsep yang dangkal. Data menunjukkan bahwa 70% pengguna media sosial merasa tertekan untuk mengikuti tren ini. Padahal, penelitian psikologis menunjukkan bahwa istirahat dan pemulihan adalah kunci mengatasi stres, bukan menambah beban.
Ironisnya, 'habit stacking' awalnya adalah konsep psikologi yang positif. Namun, saat ini telah disalahartikan sebagai cara untuk melakukan banyak hal sekaligus. Ini bertentangan dengan prinsip mindfulness yang menganjurkan kita untuk memperlambat dan fokus pada satu hal dalam satu waktu.
Mungkin saatnya kita bertanya, apakah tren ini benar-benar membantu kita? Atau justru menambah beban hidup? Perawatan diri seharusnya bukanlah kompetisi. Mari kembali ke akar mindfulness, lakukan dengan kesadaran penuh dan nikmati prosesnya.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Maret 2026)