Imunoterapi: Harapan Baru dalam Penyembuhan Kanker
ORBITINDONESIA.COM – Setelah hampir satu abad pengembangan, perawatan yang memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker kini mulai mencapai puncaknya dan menyelamatkan nyawa pasien.
Maureen Sideris, 71 tahun, adalah salah satu dari banyak pasien yang telah merasakan manfaat dari imunoterapi. Pada tahun 2008, dia harus menjalani operasi untuk mengatasi kanker usus besar dengan masa pemulihan yang berat. Namun, diagnosis kanker kerongkongan 14 tahun kemudian membawanya ke pengobatan baru yang lebih menjanjikan.
Sideris menjalani uji klinis di Memorial Sloan Kettering Cancer Center dengan infus obat bernama dostarlimab setiap tiga minggu. Hanya dalam empat bulan, tumornya menghilang tanpa operasi, kemoterapi, atau radiasi, dengan efek samping utama hanya kelelahan akibat kekurangan adrenal. Ini menunjukkan bahwa imunoterapi menawarkan terapi yang dipersonalisasi, remisi kanker jangka panjang, dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan perawatan konvensional.
Keberhasilan Sideris menggambarkan potensi nyata dari imunoterapi dalam revolusi pengobatan kanker. Terapi ini memanfaatkan kekuatan alami tubuh untuk melawan sel kanker, seolah-olah seperti fiksi ilmiah. Namun, tantangan tetap ada, termasuk biaya tinggi dan aksesibilitas pengobatan ini bagi semua pasien.
Imunoterapi memberikan harapan baru bagi pasien kanker di seluruh dunia. Namun, pertanyaan tetap ada: Bagaimana kita dapat memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke perawatan ini? Masa depan pengobatan kanker mungkin tergantung pada kemampuan kita untuk menjawab pertanyaan ini dengan tindakan nyata.
(Orbit dari berbagai sumber, 15 April 2026)