Kinerja Industri Pengolahan pada Kuartal I-2026 Berada di Zona Ekspansi 52,03%
ORBITINDONESIA.COM - Kinerja industri pengolahan yang tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI), pada kuartal I-2026 berada di zona ekspansi, 52,03%. Lebih tinggi dari kuartal IV-2026 di 51,86%.
Peningkatan PMI-BI didorong oleh ekspansi (>50%) pada mayoritas komponen pembentuknya, yakni volume produksi (54,07%), volume persediaan barang jadi (54,43%), dan volume total pesanan (53,20%).
Namun, 2 komponen lainnya berada di zona kontraksi, yakni kecepatan jumlah tenaga kerja (48,76%) dan kecepatan penerimaan barang input (49,06%). Untuk kuartal II-2026, PMI-BI diperkirakan lebih baik, di 52,26%.
Kekhawatiran banjir produk impor, khususnya dari China, menguat di kalangan pengusaha seiring lonjakan harga bahan baku yang mengerek biaya produksi dalam negeri.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana menjelaskan, kenaikan harga bahan baku tekstil yang mencapai 30%-40% membuat biaya produksi dalam negeri melonjak.
Di sisi lain, produk impor justru berpotensi semakin membanjiri pasar karena harganya lebih murah. Ia mengakui daya saing industri tekstil nasional masih kalah dibanding produk impor, terutama dari China.
Selain itu, kenaikan biaya produksi tak hanya berasal dari bahan baku, tapi juga terdorong oleh kenaikan energi dan terganggunya rantai pasok global, terutama untuk bahan kimia turunan minyak bumi yang banyak dipasok dari Timur Tengah.***