Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG yang Digunakan sebagai Bahan Baku Industri Substitusi Biji Plastik Nafta
ORBITINDONESIA.COM - Pemerintah membebaskan bea masuk impor LPG yang digunakan sebagai bahan baku industri substitusi biji plastik nafta. Tarif bea masuk yang semula sebesar 5%, kini diturunkan menjadi 0%.
Namun, menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, pemberlakuan kebijakan ini masih menunggu aturan teknis yang akan diterbitkan Menkeu Purbaya dan Menperin Agus Kartasasmita.
Selain LPG, bahan baku plastik seperti polipropilen, polietilen, LLDPE, HDPE, juga mendapatkan bea masuk 0% selama 6 bulan.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, fenomena turunnya kelas menengah yang masih terjadi, menjadi isyarat bahwa pemerintah tidak boleh meninggalkan stimulus terhadap kelompok rentan maupun kelas menengah.
Mandiri Institute mencatat, jumlah kelas menengah pada 2025 turun 1,1 juta orang menjadi 46,7 juta orang. Jumlah kelas menengah yang turun ke kategori aspiring middle class lebih besar dibanding 2024 yang sebanyak 400 ribu orang.
Sementara berdasarkan data BI pada Maret 2026, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) turun dari 17,7% menjadi 17,6%. Dan, hasil kajian BCA Economic & Industry Research menunjukkan kenaikan transaksi konsumen Maret didahului penurunan saving rate.
Ini menunjukkan konsumsi pada Ramadan-Idul Fitri lebih banyak ditopang pengurangan bantalan keuangan rumah tangga, bukan oleh pertumbuhan pendapatan.
BPI Danantara merupakan salah satu poin pertimbangan ketika Fitch Ratings memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Head of International Public Finance Asia-Pacific Fitch Ratings, Samuel Kwok menjelaskan, salah satu kekhawatiran adalah kecenderungan pelaporan yang terkonsentrasi, karena Danantara melapor langsung kepada presiden.
Selain itu juga kekhawatiran Danantara berpotensi digunakan untuk membiayai program-program pemerintah. ***