Pasar Saham AS Tertekan, OpenAI dan Harga Minyak Jadi Sorotan
ORBITINDONESIA.COM – Pasar saham AS mengalami tekanan pada hari Selasa, dipengaruhi oleh laporan kelemahan OpenAI dan kenaikan harga minyak.
Indeks S&P 500 turun 0,49% ke 7.138,80, sementara Nasdaq merosot 0,9% ke 24.663,80. Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan, meski terbantu oleh kenaikan saham Coca-Cola sebesar hampir 4% setelah laporan laba yang lebih baik dari perkiraan.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan pertumbuhan pendapatan dan pengguna baru OpenAI tidak memenuhi target internal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan pengeluaran di sektor kecerdasan buatan. Saham Oracle dan pembuat chip seperti Nvidia dan Broadcom ikut tertekan.
Stephen Kolano dari Integrated Partners mencatat bahwa investor mengambil keuntungan karena kehati-hatian menjelang laporan laba perusahaan teknologi besar. Pasar juga terpengaruh oleh mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran, meskipun ada kabar positif dari tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak dan perkembangan geopolitik terus menjadi perhatian utama bagi investor. Apakah pasar dapat pulih dari tekanan ini? Situasi ini menuntut perhatian lebih dalam mengantisipasi pergerakan ekonomi global.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Mei 2026)