Danilla di Soundrenaline 2026: Panggung Intimate M Bloc Lebih Homey

Kompas.com

Kompas.com

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Danilla Riyadi menyebut panggung Soundrenaline 2026 di M Bloc Jakarta terasa lebih “homey” karena jarak dengan penonton begitu dekat. Di tengah tren konser besar, pengalaman konser intimate seperti ini justru dianggap memberi keintiman yang lebih dalam.

Soundrenaline 2026 digelar dua hari pada 18–19 Juli 2026 di M Bloc, Jakarta Selatan. Pada hari kedua, nama Danilla Riyadi tampil bersama The SIGIT, The Adams, Mocca, The Beths, hingga Poris.

Di ruang yang kapasitasnya tidak sebesar festival lapangan, relasi musisi dan penonton berubah menjadi lebih personal. Danilla mengakui format ini membuatnya lebih nyaman dibanding panggung yang memisahkan artis dan massa.

“Sebenarnya vibes-nya nyaman-nyaman aja karena deket ya… terasa homey,” kata Danilla usai tampil, Minggu (19/7/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa skala acara bukan sekadar soal jumlah penonton, melainkan kualitas interaksi.

Konser intimate memberi ruang bagi detail yang sering hilang di festival besar, seperti ekspresi wajah, respons spontan, dan jeda komunikasi yang natural. Danilla menyebut penontonnya memang banyak yang menyukai konsep dekat karena “ngumpulnya tuh gak yang jaraknya jauh-jauh bangetlah.”

Di industri musik, format panggung sering ditentukan oleh logika kapasitas dan tiket, tetapi pengalaman audiens tidak selalu linear dengan besarnya venue. Banyak penonton kini mengejar “kedekatan” sebagai nilai, bukan sekadar daftar lagu atau efek visual.

Keintiman juga mengubah cara musisi mengelola panggung sebagai ruang bercerita, bukan hanya ruang tampil. Danilla mengatakan ia suka format ini karena “bebas ngoceh apaan aja,” bahkan kesalahan lirik pun terasa lebih manusiawi dan mudah dimaafkan.

Di sisi lain, konsep intimate menuntut musisi tampil lebih jujur karena tidak ada jarak untuk bersembunyi di balik tata panggung megah. Ketika penonton dekat, standar autentisitas naik, dan setiap gestur kecil terbaca sebagai bagian dari narasi.

Soundrenaline 2026 di M Bloc menunjukkan festival dapat bereksperimen dengan skala tanpa kehilangan daya tarik. Justru, dalam ruang yang lebih rapat, festival terasa seperti pertemuan komunitas, bukan sekadar kerumunan.

Pernyataan Danilla adalah kritik halus terhadap obsesi industri pada “semakin besar semakin sukses.” Ia mengingatkan bahwa musik hidup dari hubungan emosional, dan hubungan itu lebih mudah tumbuh ketika jarak fisik dipangkas.

Namun, romantisasi konser intimate juga perlu diuji karena tidak semua musisi punya basis pendengar yang cocok dengan format dekat. Jika semua acara mengecil, akses publik bisa makin terbatas, dan tiket bisa berubah menjadi barang eksklusif untuk segelintir orang.

Yang menarik, Soundrenaline seperti sedang mencari titik tengah antara festival dan ruang komunitas. Jika konsisten, model ini bisa menjadi jawaban bagi penonton yang lelah dengan konser raksasa yang terasa dingin dan seragam.

Danilla di Soundrenaline 2026 memberi pelajaran sederhana: panggung tidak harus luas untuk terasa besar. Keintiman kadang lebih kuat daripada kembang api, karena yang diingat penonton adalah rasa “dekat” dan momen yang terasa personal.

Pertanyaannya, apakah industri musik Indonesia berani menilai ulang ukuran sukses selain angka penonton dan pendapatan tiket. Atau kita akan terus memburu keramaian, sambil perlahan kehilangan ruang-ruang yang membuat musik terasa pulang.

(Orbit dari berbagai sumber, 1 Agustus 2026)