Overdosis Presley Gerber dan Celah Pengawasan Sober Living

Los Angeles Times

Los Angeles Times

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Kasus overdosis Presley Gerber di sober living Santa Monica memicu pertanyaan publik tentang keamanan “rumah pemulihan” yang minim regulasi. Ia baru masuk Sabtu malam, lalu ditemukan meninggal Minggu pagi, ketika polisi menyebut penyebab awalnya dugaan overdosis obat terlarang.

Presley Gerber, putra supermodel Cindy Crawford, dikenal pernah berbicara terbuka tentang adiksi dan kesehatan mental. Namun ia ditemukan tak bernyawa di Resolutions Living, sebuah sober living home bergaya mansion di kawasan elite Santa Monica.

Polisi Santa Monica menyelidiki sumber narkotika atau resep yang ia konsumsi, sementara Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles County menunggu hasil toksikologi. Di saat bersamaan, sorotan menguat pada industri sober living yang disebut beroperasi di “wilayah abu-abu” pengawasan.

Resolutions Living tidak berwenang memberi layanan medis, karena diklaim hanya sebagai rumah pemulihan tanpa perawatan di lokasi. Celahnya, tidak ada lembaga negara bagian yang secara khusus memantau atau bahkan melacak alamat sober living, karena tempat seperti ini dilindungi hukum sebagai hunian bagi penyandang disabilitas.

Departemen Layanan Kesehatan California menyatakan sedang menyelidiki apakah Resolutions Living menyediakan layanan yang semestinya memerlukan lisensi. Penyelidikan itu muncul setelah ada pengaduan pada Rabu, menurut juru bicara departemen, Anthony Cava.

Pertanyaan paling tajam dari kasus ini sederhana namun menohok: bagaimana seseorang bisa overdosis di tempat yang tujuan utamanya menjaga kepulihan. Jika sober living tidak menawarkan layanan medis, maka standar pencegahan, pengawasan, dan respons krisis sering bergantung pada kebijakan internal, bukan protokol negara.

Dalam laporan ini, detail praktik keselamatan di Resolutions Living disebut “tidak jelas.” Ketidakjelasan itu bukan sekadar kekurangan informasi, melainkan gejala dari sistem yang tidak mewajibkan transparansi minimum bagi model bisnis recovery home.

Resolutions Living dimiliki psikolog Reza Nabavi dan istrinya, psikolog klinis Maryam Akbar, yang membeli properti itu seharga 5,8 juta dolar pada 2021. Rumah tujuh kamar tidur itu kini disebut bernilai 7,7 juta dolar, lengkap dengan perpustakaan dan bioskop.

Pasangan ini juga mengoperasikan Resolutions Therapeutic Services, fasilitas perawatan kesehatan mental berlisensi, di gedung kantor medis sekitar satu mil dari lokasi. Struktur “dua entitas” ini penting, karena sober living tidak diawasi seperti klinik, sementara layanan medis berada di tempat lain.

Secara historis, upaya regulasi sober living di California berulang kali gagal. Disebut ada setidaknya 25 rancangan undang-undang terkait sober living yang diajukan antara 1998–2016, namun tak satu pun menjadi hukum.

Pada siklus legislatif terbaru, Assemblymember Laurie Davies mengusulkan Assembly Bill 423 agar recovery home yang dioperasikan bisnis wajib terdaftar di Departemen Layanan Kesehatan. Usulan itu gagal melaju, padahal tujuannya hanya untuk memungkinkan negara menghitung dan melacak lokasi rumah pemulihan.

Davies menekankan masalah dasarnya: “Anda tidak bisa mengatur sesuatu yang tidak bisa Anda lihat.” Ia juga menunjuk kendala kapasitas, karena investigasi keluhan pada fasilitas perawatan adiksi berlisensi saja bisa memakan waktu lebih dari setahun akibat kekurangan staf.

Dari sisi industri, Pete Nielsen dari California Consortium of Addiction Programs and Professionals mendorong proses sertifikasi recovery home berbasis standar National Alliance for Recovery Residences. Dalam tulisannya, ia menyebut belum ada standar negara bagian yang konsisten, perlindungan konsumen yang seragam, dan kerangka objektif untuk keputusan pendanaan.

Kematian Presley Gerber mengungkap paradoks kebijakan publik: sober living dilindungi sebagai “rumah,” tetapi dipasarkan sebagai “layanan.” Ketika fungsi sosialnya menyerupai fasilitas pemulihan, publik wajar mengharapkan standar keselamatan yang setara, minimal untuk pencegahan overdosis dan penanganan darurat.

Masalahnya bukan sekadar ada atau tidaknya narkotika di dalam rumah. Masalahnya adalah desain sistem yang membuat pertanggungjawaban kabur, karena negara tidak punya peta resmi lokasi, tidak punya standar operasional minimum, dan tidak punya mekanisme audit rutin.

Riwayat pemilik juga menambah lapisan sensitivitas, meski tidak otomatis membuktikan kesalahan dalam kasus ini. Nabavi pernah menghadapi kasus kepemilikan narkotika pada awal 2000-an, dan lisensi psikologinya pernah ditolak pada 2004 sebelum akhirnya disetujui pada 2006 dengan masa probation serta syarat perawatan dan tes narkoba acak.

Di titik ini, publik membutuhkan dua hal sekaligus: empati pada keluarga yang berduka, dan ketegasan pada ekosistem yang memungkinkan tragedi berulang. Jika sober living tetap dibiarkan sebagai “wilayah abu-abu,” maka setiap kematian akan selalu berakhir pada pertanyaan yang sama, tanpa jawaban struktural.

Polisi Santa Monica menyatakan belum ada indikasi tindak pidana, namun penyelidikan tetap berjalan untuk menelusuri bagaimana Presley memperoleh narkotika atau resep yang memicu overdosis. Hasil toksikologi dari Pemeriksa Medis Los Angeles County akan menjadi kunci untuk memastikan penyebab kematian.

Kasus ini seharusnya mendorong perubahan paling dasar: registrasi wajib, standar minimum keselamatan, dan jalur pengaduan yang cepat serta transparan. Tanpa itu, sober living berisiko menjadi ruang tanpa pagar, tempat niat baik bertemu kelalaian sistemik.

Pada akhirnya, pertanyaan yang harus dijawab negara bukan hanya “siapa yang salah,” melainkan “mengapa sistem membiarkan celah itu ada.” Jika kepulihan adalah hak, maka keselamatan di rumah pemulihan seharusnya bukan sekadar pilihan. (Orbit dari berbagai sumber, 27 September 2026)