One Tank Challenge Mitsubishi XForce HEV: 1.172 Km Jakarta-Bali

Kompas.com

Kompas.com

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – One tank challenge Mitsubishi XForce HEV mendadak jadi bahan bincang karena Rifat Sungkar mengklaim tembus 1.172 kilometer Jakarta-Bali hanya dengan satu tangki. Dengan tangki 42 liter, angka itu setara sekitar 27,9 km/l, sekaligus menegaskan narasi efisiensi mobil hybrid yang kini makin dicari publik.

Di tengah harga BBM yang fluktuatif dan dorongan elektrifikasi, konsumen Indonesia menuntut mobil yang irit tanpa menambah kecemasan soal jarak tempuh. Hybrid muncul sebagai jalan tengah, karena tidak bergantung pada infrastruktur pengisian daya seperti mobil listrik murni.

Mitsubishi masuk ke arena ini dengan XForce Hybrid Electric Vehicle (HEV), lalu memilih pembuktian lewat perjalanan jauh sebagai panggung. Rifat Sungkar, sebagai brand ambassador, menjadi wajah yang meminjamkan kredibilitas pengalaman berkendara jarak jauh.

Namun, klaim efisiensi selalu punya dua sisi: ia bisa jadi bukti teknis, atau sekadar demonstrasi yang sangat dikondisikan. Karena itu, menarik untuk membaca tantangan ini bukan hanya sebagai catatan angka, tetapi sebagai pesan pemasaran tentang masa depan mobil keluarga di Indonesia.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Data utamanya sederhana dan kuat: 1.172 km dengan 42 liter, yang berarti sekitar 27,9 km per liter. Untuk SUV, angka ini terdengar agresif, apalagi dilakukan lintas kota besar dan rute antarpulau yang variatif.

Rifat menyebut pengujian dilakukan dua kali untuk menjaga konsistensi data. Ia berkata, “Dan saya lakukan ini dua kali, bukan hanya sekali,” yang memberi kesan ada upaya mengurangi bias hasil sekali jalan.

Tetap ada pertanyaan teknis yang lazim pada uji efisiensi semacam ini, yakni kondisi lalu lintas, kecepatan rata-rata, beban kendaraan, tekanan ban, penggunaan AC, hingga gaya mengemudi. Tanpa parameter itu, angka 27,9 km/l lebih tepat dibaca sebagai capaian demonstrasi, bukan patokan pasti semua pengemudi.

Di sisi teknis, XForce HEV memakai mesin bensin 1.600 cc, lebih besar dari versi ICE 1.500 cc. Ini menarik karena “lebih besar” biasanya identik dengan lebih boros, tetapi hybrid mengubah logika itu lewat pembagian kerja mesin dan motor listrik.

Rifat menekankan motor listrik bertorsi 290 Nm untuk mengisi tenaga bawah. Ia menyebut, “tenaga bawahnya diisi oleh motor listrik dan dilanjutkan dengan mesin bensin,” yang secara teori bisa menekan konsumsi saat stop-and-go dan akselerasi awal.

Klaim lain yang menonjol adalah EV Mode yang bisa bertahan hingga 121 km/jam. Jika benar terjadi dalam kondisi tertentu, ini menandakan manajemen energi yang agresif, meski publik tetap perlu tahu durasi EV Mode itu bertahan sebelum mesin bensin kembali aktif.

Di luar efisiensi, Rifat menyorot peningkatan suspensi sebagai “lonjakan besar.” Ini penting karena SUV keluarga tidak hidup dari angka konsumsi saja, melainkan dari kenyamanan yang konsisten pada jalan Indonesia yang tidak selalu ramah.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

One tank challenge adalah bahasa paling mudah untuk menjual hybrid kepada pasar yang masih ragu pada elektrifikasi. Pesannya jelas: Anda bisa merasakan “irit seperti listrik” tanpa harus memikirkan colokan.

Namun, justru karena pesannya kuat, publik perlu bersikap lebih kritis pada bingkai ceritanya. Ketika pengujian dibawakan brand ambassador, hasilnya cenderung menjadi etalase, bukan audit independen.

Di titik ini, pertanyaan yang lebih tajam muncul: apakah efisiensi tinggi itu bisa direplikasi oleh pengguna harian dengan pola macet, tol, dan tanjakan? Jika jawabannya “tergantung,” maka tugas pabrikan adalah menjelaskan “tergantung apa,” bukan hanya memamerkan angka puncak.

Meski begitu, tantangan ini tetap memberi sinyal penting tentang arah industri. Hybrid semakin diposisikan sebagai solusi transisi, terutama di negara yang infrastruktur EV-nya tumbuh tetapi belum merata.

Jika Mitsubishi mampu menjaga konsumsi tetap rendah di kondisi real-world, maka XForce HEV bisa menggeser standar ekspektasi SUV kompak. Kompetisi pun akan terdorong, dan pada akhirnya konsumen yang diuntungkan.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Klaim Rifat Sungkar soal Mitsubishi XForce HEV menempuh 1.172 km Jakarta-Bali dengan satu tangki adalah cerita yang memikat karena menawarkan harapan sederhana: lebih jauh, lebih hemat, lebih tenang. Angka 27,9 km/l menjadi simbol bahwa hybrid bukan lagi sekadar tren, melainkan alat tawar baru di pasar.

Tetapi angka tidak pernah berdiri sendiri, karena ia selalu lahir dari kondisi dan cara membaca. Tantangan sesungguhnya adalah membuat efisiensi itu tetap terasa di tangan pengguna biasa, bukan hanya di panggung uji coba.

Pada akhirnya, one tank challenge bukan sekadar soal seberapa jauh mobil melaju, melainkan seberapa jujur industri menjelaskan batas dan kemampuannya. Jika transparansi ikut tumbuh, maka transisi menuju mobilitas yang lebih efisien tidak hanya cepat, tetapi juga sehat.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)