Nobar Piala Dunia Masih Bersifat Jawa Sentris, Putra Nababan Ungkap Kekecewaan terhadap TVRI

Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan.

Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan.

Culture

ORBITINDONESIA.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mempertanyakan keberpihakan TVRI terhadap masyarakat di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur jelang kick-off Piala Dunia. Putra mengaku kecewa karena berbagai program yang disusun TVRI masih terkesan berpusat di Pulau Jawa. Salah satu sorotannya adalah kegiatan “Nonton Bareng” (Nobar) pembukaan Piala Dunia yang dipusatkan di Jakarta dan Bandung.

Hal itu disampaikan Putra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA dengan agenda Evaluasi Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

“Kok kick-off awalnya itu Jakarta Bandung, kenapa gak dibikin di Ambon? Kenapa gak dibikin di NTT? Kenapa gak dibikin di Papua? Kenapa gak dibikin di Makassar? Kenapa? Piala Dunia ini punya kita semua, bukan ‘jawa sentris’ Pulau Jawa saja,” ujar Putra. 

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai antusiasme masyarakat terhadap sepak bola di kawasan Indonesia Tengah dan Timur sangat tinggi. Karena itu, momentum Piala Dunia seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kehadiran TVRI di daerah-daerah yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses siaran.

“Sudah saya warning berkali-kali bahwa kita punya saudara-saudara ada di Indonesia Tengah, Indonesia Timur yang luar biasa cintanya sama bola. Kalau ini pernah disuarakan kalau TVRI ini adalah program Presiden untuk semua masyarakat Indonesia tolong lakukan, dan ini tidak tercermin dari anggaran yang sudah ada,” tandas Putra.

Lebih lanjut, Putra menyoroti realisasi anggaran Pusat Pendidikan dan Pelatihan TVRI yang baru mencapai 16 persen. Padahal, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas penyiaran ajang internasional seperti Piala Dunia.

“Saya tidak melihat dari paparan unit kerja yang ada keberpihakan ada perbaikan terhadap jangkauan saudara-saudara kita yang ada di Indonesia Tengah dan Indonesia untuk bisa menyaksikan tayangan yang ada dalam TVRI nanti,” tandasnya.

Putra berharap TVRI segera mengambil langkah konkret untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memperoleh akses yang setara terhadap tayangan Piala Dunia. Menurutnya, keberpihakan terhadap Indonesia Tengah dan Indonesia Timur harus tercermin tidak hanya dalam perencanaan program, tetapi juga dalam pelaksanaan dan penggunaan anggaran.

“Ini merupakan kekecewaan kita setelah kita berbusa-busa berbuih-buih rapat tertutup, rapat terbuka ternyata hasilnya itu masih berpihak pada daerah-daerah yang memang masih menjadi jangkauan TVRI dan penambahannya dari 75% hanya nambah 2% menjadi 77%. Waktunya tidak lama lagi kick-off sudah sebentar beberapa hari lagi,” seru Putra mengingatkan. ***