Negara-Negara Nordik Sudah ‘Hilang Kepercayaan pada Infantino’, Menuntut Reformasi FIFA
Gianni Infantino berupaya meraih masa jabatan keempat sebagai presiden FIFA—yang akan memperpanjang masa tugasnya hingga 2031—dalam pemilihan yang akan digelar Maret.
CultureORBITINDONESIA.COM - Enam asosiasi sepak bola Nordik melancarkan pukulan telak secara bersamaan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino; mereka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya sembari menuntut reformasi tata kelola secara menyeluruh di badan induk sepak bola dunia tersebut.
Keenam anggota FIFA dari kawasan Nordik—Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Kepulauan Faroe—bertemu di Helsinki dan mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi pada hari Minggu, 23 Agustus 2026. Mereka mendukung seruan pengunduran diri Infantino yang sebelumnya disampaikan oleh tiga konfederasi regional utama.
Mereka juga mendukung tuntutan diadakannya penyelidikan independen terkait usulan Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan dalam ajang seperti Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta—sebuah rencana yang segera dibatalkan akibat reaksi keras dunia internasional.
"Keenam asosiasi sepak bola Nordik telah kehilangan kepercayaan terhadap presiden FIFA dan merasa prihatin dengan tata kelola serta pengambilan keputusan organisasi di tingkat tertinggi," demikian bunyi pernyataan mereka.
"Asosiasi sepak bola Nordik bersatu dengan UEFA dan mendukung langkah-langkah yang diusulkan bersama oleh organisasi tersebut beserta asosiasi anggota nasionalnya.
"Kami mengharapkan FIFA memberikan jaminan yang mengikat bahwa tata kelola organisasi maupun kompetisinya tidak akan pernah lagi dibuka untuk kepemilikan swasta."
FIFA tidak menanggapi permintaan komentar dari Al Jazeera.
Pada hari Jumat, asosiasi sepak bola Denmark berjanji untuk mencari alternatif yang kredibel selain Infantino dalam pemilihan presiden bulan Maret mendatang.
Infantino menghadapi tekanan untuk mundur dari tiga konfederasi: UEFA, AFC, dan CONCACAF.
Kekuatan-kekuatan utama sepak bola regional di Eropa, Asia, serta Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia juga telah membahas kemungkinan mosi tidak percaya terhadap pimpinan FIFA tersebut.
"Kami juga mendukung tuntutan yang diajukan oleh AFC, CONCACAF, dan UEFA agar dilakukan penyelidikan eksternal yang sepenuhnya independen terkait peristiwa seputar usulan 'FIFA Forward Enterprise'," tambah asosiasi-asosiasi Nordik tersebut.
"Kami juga mendesak FIFA untuk memulai peninjauan menyeluruh dan independen terhadap kerangka tata kelolanya guna memastikan apakah kerangka tersebut menjamin independensi, sistem checks and balances (saling mengawasi dan mengimbangi), transparansi, dan akuntabilitas—sebagaimana yang ditargetkan saat FIFA mengadopsi program reformasinya pada tahun 2016."
Infantino, yang mengincar masa jabatan keempat hingga tahun 2031 dalam pemilihan tahun depan, sedang berada di Republik Dominika akhir pekan ini dan telah bertemu dengan para pejabat Caribbean Football Union (CFU).
Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, sebelumnya telah meminta Infantino untuk tidak menghadiri turnamen sepak bola remaja di negara tersebut, dengan alasan bahwa kehadirannya akan mengalihkan perhatian dari acara itu sendiri.
"Pertemuan para presiden CFU ini berlangsung bertepatan dengan turnamen remaja U-14 di kawasan tersebut, yang sebenarnya merupakan salah satu turnamen yang dapat terlaksana berkat program FIFA Forward," ujar Infantino.
"Oleh karena itu, ada alasan kuat untuk merasa bangga sekaligus senang berada di sini, karena penting bagi kita untuk menjalin interaksi, berdialog, serta menyampaikan pandangan dan pendapat." ***