Ekonomi Biru: Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Laut sebagai sumber daya penting Indonesia.

Laut sebagai sumber daya penting Indonesia.

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM - Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, serta Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001–2004, menyampaikan gagasan strategis mengenai Blue Economy, sebagai penggerak utama menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu dipaparkan dalam The 6th Maritime Continent Fulcrum International Conference (MaCiFIC 2026) yang diselenggarakan di Bintan Island, Kepulauan Riau, Indonesia, 1–3 Oktober 2026. Tema konferensi itu adalah “Securing the Maritime Future: Advancing Smart Technology and Governance for a Resilient Blue Economy.”

Indonesia dikaruniai potensi sumber daya kelautan yang sangat besar. Apabila dikelola secara produktif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, sektor kelautan dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus penggerak utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Prof. Rokhmin menegaskan bahwa Blue Economy (Ekonomi Biru) bukan sekadar konsep pembangunan berbasis laut, tetapi merupakan paradigma pembangunan yang dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan strategis bangsa dan dunia. Yakni, mulai dari perubahan iklim, penurunan keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, pengangguran, hingga kesenjangan sosial dan ekonomi.

Potensi ekonomi biru Indonesia sangat luas, mencakup perikanan tangkap, akuakultur, bioteknologi kelautan, pariwisata bahari, energi terbarukan, serta industri dan jasa maritim.

Melalui pemanfaatan IPTEK dan inovasi, hilirisasi, serta pengembangan produk bernilai tambah, kekayaan laut harus ditransformasikan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan daya saing, dan penciptaan lapangan kerja produktif.

Namun, Blue Economy bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produksi.

Implementasinya harus mampu menyelaraskan produktivitas ekonomi, kelestarian lingkungan, inklusi dan kesejahteraan sosial, inovasi teknologi, serta tata kelola kelautan yang baik (good ocean governance).

Kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan terjaganya kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.

Sinergi tersebut menjadi kunci agar kekayaan laut Indonesia dapat memberikan nilai tambah ekonomi sebesar-besarnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem laut.

Dengan potensi kelautan yang luar biasa serta posisi geoekonomi dan geostrategis Indonesia, Blue Economy dapat menjadi game changer untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sekaligus berkontribusi bagi terciptanya dunia yang lebih sejahtera, adil, dan berkelanjutan.

Laut bukan hanya identitas Indonesia. Laut adalah sumber kemakmuran dan masa depan bangsa. ***