Kantor Media Gaza: Israel telah Menewaskan 21.500 Anak dan Menargetkan 1.244 Masjid Sejak Oktober 2023
Kerabat meratapi jenazah warga Palestina yang tewas akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel yang menyasar sebuah kafe tepi pantai di pelabuhan sebelah barat Kota Gaza, saat prosesi pemakaman di Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, Palestina.
InternasionalORBITINDONESIA.COM - Militer Israel telah menewaskan lebih dari 21.500 anak dan menargetkan 1.244 dari total 1.275 masjid di Gaza sejak dimulainya operasi militer pada Oktober 2023, demikian pernyataan yang dirilis oleh Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza pada hari Senin, 24 Agustus 2026.
Kantor tersebut melaporkan bahwa militer pendudukan Israel terus melakukan "kejahatan paling keji terhadap kemanusiaan" serta melanggar hukum humaniter internasional dan berbagai konvensi internasional.
Pernyataan itu menyoroti bahwa pasukan Israel "secara sistematis dan sengaja menargetkan warga sipil yang tak berdaya beserta rumah-rumah yang mereka huni, sembari mengabaikan semua seruan internasional dan PBB" untuk menghentikan agresi tersebut.
"Pihak pendudukan terus menumpahkan darah orang-orang tak berdosa, khususnya anak-anak; jumlah anak yang gugur sejak dimulainya perang genosida ini telah melampaui angka 21.500—sebuah jumlah korban yang sangat besar dan mencerminkan kebrutalan kejahatan terorganisir ini," ungkap kantor tersebut.
Kantor Media Gaza juga memperingatkan adanya penargetan yang terus berlanjut terhadap tempat-tempat ibadah di seluruh wilayah kantong tersebut. Dari 1.275 masjid di Gaza, pasukan Israel telah menargetkan 1.244 di antaranya, dengan 1.077 masjid hancur total.
Kantor tersebut mengecam keras tindakan-tindakan ini dan menyatakan bahwa Israel—serta komunitas internasional yang diam saja—bertanggung jawab atas berlanjutnya genosida serta penargetan yang disengaja terhadap warga sipil, anak-anak, dan situs-situs keagamaan. ***