Raden Djoko Goenawan: Sosialisasi TPPO Harus Lebih Aktif, Masyarakat Wajib Diberi Pemahaman

Dr. Raden Djoko Goenawan.

Dr. Raden Djoko Goenawan.

Culture

ORBITINDONESIA.COM Persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Indonesia dinilai membutuhkan perhatian dan keterlibatan yang lebih aktif dari seluruh elemen masyarakat. Upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah kasus terjadi, tetapi harus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan.

Pemerhati masyarakat, Dr. Raden Djoko Goenawan, menyampaikan bahwa masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai modus-modus TPPO, khususnya yang menyasar kelompok rentan seperti pencari kerja, perempuan, dan anak-anak.

“Sebagai pemerhati di mata umum, kita harus menyikapi persoalan TPPO dengan serius. Sosialisasi kepada masyarakat wajib lebih aktif agar masyarakat memahami modus, mengenali potensi korban, dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi perdagangan orang,” ujar Raden Djoko Goenawan.

Menurutnya, pencegahan TPPO harus dilakukan secara bersama-sama melalui sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, media massa, hingga masyarakat di tingkat desa dan lingkungan.

Ia juga menilai bahwa informasi mengenai TPPO harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Edukasi tidak hanya dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi juga melalui media sosial, kegiatan masyarakat, sekolah, tempat kerja, serta komunitas.

“Jangan menunggu masyarakat menjadi korban baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat,” tegasnya.

Dr. Raden Djoko Goenawan berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan program sosialisasi dan membangun mekanisme pelaporan yang mudah diakses masyarakat.

Ia menambahkan, media memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang berimbang sekaligus mendorong kesadaran publik mengenai bahaya TPPO tanpa menghakimi korban.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan berbagai modus TPPO dapat lebih cepat dikenali dan potensi korban dapat dicegah sejak awal. ***