Sebanyak 341 Warga Negara Asing Masih Hilang dalam Banjir Bandang Dahsyat di Nepal

Tim penyelamat memasang jalur tali untuk mencari korban selamat setelah banjir bandang di sepanjang Sungai Trishuli di distrik Nuwakot, Nepal, pada Rabu, 26 Agustus.

Tim penyelamat memasang jalur tali untuk mencari korban selamat setelah banjir bandang di sepanjang Sungai Trishuli di distrik Nuwakot, Nepal, pada Rabu, 26 Agustus.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Ratusan orang diperkirakan hilang di Nepal akibat banjir bandang yang dahsyat, termasuk 341 warga negara asing, menurut laporan Associated Press yang mengutip seorang pejabat Nepal. Berikut adalah informasi yang diketahui sejauh ini:

Amerika Serikat: Setidaknya 47 orang dari AS termasuk di antara mereka yang hilang, demikian laporan AP yang mengutip juru bicara badan pariwisata Nepal, Sunil Sharma. CNN telah menghubungi badan pariwisata Nepal untuk meminta tanggapan.

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya mengetahui adanya warga Amerika yang terdampak banjir di Nepal dan sedang memantau situasi dengan saksama. Juru bicara tersebut tidak memberikan rincian mengenai jumlah atau kondisi warga negara AS yang terdampak.

India: Sharma mengatakan setidaknya 133 warga negara asing yang hilang berasal dari India dan sedang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash di Tibet, sebuah situs suci bagi umat Hindu, lapor AP. CNN telah menghubungi pemerintah India.

Rusia: Kedutaan Besar Rusia di Nepal menyatakan bahwa kontak dengan setidaknya empat warga negara Rusia di zona bencana telah terputus. Kedutaan menambahkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung, namun kondisi cuaca dan gangguan komunikasi menghambat upaya tersebut.

Portugal: Konsul Kehormatan Portugal di Nepal, Rajendra Kumar Khetan, mengatakan kepada CNN bahwa sejauh ini ia telah menerima informasi mengenai dua warga negara Portugal yang hilang.

Korea Selatan: Setidaknya sembilan warga Korea Selatan dilaporkan hilang menurut kementerian luar negeri negara tersebut.

Italia: Setidaknya 90 warga Italia di wilayah terdampak belum diketahui keberadaannya, menurut pernyataan kementerian luar negeri Italia.

Ukraina: Setidaknya 53 warga Ukraina hilang, kata kementerian luar negeri Ukraina dengan mengutip otoritas Nepal. Kementerian tersebut menambahkan bahwa mereka menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan rombongan yang terdiri dari 46 wisatawan Ukraina di zona bencana.

Belgia: Setidaknya tiga wisatawan asal Belgia di Nepal tidak dapat dihubungi, demikian disampaikan kementerian luar negeri Belgia kepada CNN. Langkah-langkah yang diperlukan sedang diambil dan pemerintah Belgia terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terdekat dari warga negara yang hilang tersebut.

Para pemimpin dunia bereaksi terhadap banjir bandang di Nepal dan Tiongkok

Para pemimpin dunia telah menyampaikan pesan dukungan dan belasungkawa setelah banjir dahsyat melanda Nepal dan Tiongkok.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa Eropa siap untuk mengerahkan bantuan. "Doa dan simpati saya tertuju kepada semua pihak yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih atau mereka yang masih menantikan kabar," tulis von der Leyen di X.

Pimpinan Uni Eropa tersebut mengatakan bahwa Copernicus, layanan satelit Uni Eropa, telah "diaktifkan untuk membantu memetakan wilayah terdampak di Nepal dan mendukung upaya penanganan di lapangan."

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada Perdana Menteri Nepal Balendra Shah, seraya menambahkan bahwa India siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara tetangganya itu. "Tim kami sedang berkoordinasi erat dalam upaya penyelamatan dan bantuan," tulis Modi di X.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menulis di X bahwa banjir tersebut "sangat menghancurkan."

Ia mengimbau warga Kanada yang berada di wilayah tersebut untuk mendaftarkan diri pada layanan yang memungkinkan pemerintah Kanada mengirimkan pemberitahuan darurat. Carney menawarkan dukungan seiring berlanjutnya upaya penyelamatan.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa para pejabat negaranya sedang berupaya memastikan keselamatan warga Australia di wilayah tersebut. "Kami menyampaikan simpati mendalam kepada mereka yang terdampak banjir besar di Nepal dan Tibet, Tiongkok," tulisnya di X.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menyatakan simpati dan dukungannya bagi mereka yang terdampak banjir di Nepal, termasuk warga negara Inggris di wilayah tersebut beserta keluarga mereka. Ia mengatakan Inggris siap membantu otoritas Nepal, termasuk dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan menyatakan solidaritas terhadap mereka yang terdampak. Tim PBB dan mitra kemanusiaan sedang mengerahkan pasokan serta personel untuk mendukung masyarakat yang terdampak, ujarnya. ***