Bawa Gagasan Energi Danau, Raditya, Siswa SMA Muhammadiyah Toboali Ikuti Program Kelana Kementerian Lingkungan Hidup

Raditya, Siswa SMA Muhammadiyah Toboali.

Raditya, Siswa SMA Muhammadiyah Toboali.

Culture

ORBITINDONESIA.COM - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh pelajar asal Kabupaten Bangka Selatan di kancah nasional. Raditya, siswa SMA Muhammadiyah Toboali, lolos seleksi dalam program unggulan "Kelana" yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia.

Kegiatan nasional ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 1 hingga 4 September 2026, berpusat di Bandung, Jawa Barat.

Keberhasilan Raditya ini tidak didapatkan dengan mudah. Ia harus bersaing ketat menyisihkan banyak pendaftar dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Melalui proses seleksi administrasi hingga esai gagasan, Raditya terpilih menjadi salah satu perwakilan generasi muda terbaik yang berhak berpartisipasi langsung dalam program Kelana Batch 4 di Bandung, Jawa Barat.

Program Kelana (Keliling Edukasi dan Aksi Lingkungan Anak Muda) yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup bertujuan untuk membentuk kader pahlawan lingkungan masa kini.

Selama empat hari intensif, para peserta dibekali materi seputar mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah berbasis komunitas, penanaman pohon reboisasi, hingga pelatihan advokasi kebijakan lingkungan untuk anak muda.

Tak hanya ruang kelas, peserta juga diajak turun langsung ke lapangan untuk meninjau proyek pengelolaan lingkungan percontohan di Jawa Barat.

Kepala SMA Muhammadiyah Toboali Supiandu, M.Pd menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian sang murid.

Menurutnya, kelulusan Raditya dalam seleksi skala nasional ini menjadi bukti nyata bahwa potensi siswa dari daerah tidak kalah bersaing dengan sekolah-sekolah di kota besar.

"Kami sangat terharu dan bangga atas pencapaian Raditya. Ini adalah buah dari kerja keras, kepedulian terhadap lingkungan, serta ketekunannya dalam belajar. Semoga kehadiran Raditya di ajang nasional ini bisa membawa nama baik sekolah, Kabupaten Bangka Selatan, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.

Dalam program ini, Raditya membawa gagasan aksi bertajuk optimalisasi potensi danau dan perairan lokal di Bangka Selatan.

Ia menggagas konsep edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian kualitas air danau agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik sebagai penyeimbang ekosistem maupun sebagai sumber energi terbarukan skala komunitas. Pendekatan inovatif dan aplikatif inilah yang berhasil mencuri perhatian tim penilai Kementerian LH.

Raditya sendiri mengaku tidak menyangka bisa lolos dan mewakili Bangka Belitung di program bergengsi tersebut. Ia berharap pengalaman dan ilmu yang didapatkannya selama di Bandung bisa ditularkan kepada teman-teman sebaya saat kembali ke Bangka Selatan nanti.

"Saya sangat bersyukur atas kesempatan emas ini. Bersaing dengan peserta hebat dari seluruh Indonesia memberikan motivasi besar bagi saya. Di Bandung, saya ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya tentang pengelolaan lingkungan agar nantinya bisa saya terapkan di Toboali dan menginspirasi anak muda lainnya untuk lebih peduli pada bumi," tutur Raditya.

Melalui keikutsertaan Raditya dalam Program Kelana Kementerian LH, SMA Muhammadiyah Toboali kian mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat, bakat, serta karakter berwawasan lingkungan bagi seluruh peserta didik. Pencapaian ini diharapkan dapat memantik semangat pelajar lain di Bangka Belitung untuk terus berprestasi di tingkat nasional.

(Oleh Alfan Thoriq, M.Pd., Staf Kesiswaan SMA Muhammadiyah Toboali) ***