Perjuangan Seorang Ayah dan Petani Miskin di Afghanistan Demi Pendidikan Tiga Putrinya

Mia Khan dan tiga putrinya.

Mia Khan dan tiga putrinya.

Culture

ORBITINDONESIA.COM - Setiap pagi, Mia Khan menyalakan sepeda motornya dan memulai perjalanan sekitar 12 kilometer bersama ketiga putrinya.

Ia mengantar mereka ke sekolah terdekat karena tidak ada sekolah khusus perempuan di desa mereka. Setelah mengantar mereka, ia tidak pulang.

Sebaliknya, ia menunggu di luar sekolah selama empat jam hingga jam pelajaran berakhir, lalu mengantar mereka pulang dengan selamat.

Selama tujuh tahun, Khan melakukan perjalanan ini setiap hari sekolah. Terkadang ia berjalan kaki, dan terkadang ia menggunakan sepeda motornya.

Meskipun ia adalah seorang petani miskin dari provinsi Paktika, Afghanistan, ia tidak pernah membiarkan uang atau jarak menghalangi putrinya untuk mendapatkan pendidikan.

Khan percaya bahwa pendidikan dapat mengubah hidup mereka. Ia pernah berkata, "Saya berharap suatu hari nanti putri-putri saya dapat mendukung saya seperti saya telah mendukung mereka. Saya adalah orang yang sangat miskin. Saya berharap di masa depan mereka menjadi berpendidikan tinggi, menjadi dokter."

Istrinya, Khorma, juga telah mendukung putri-putri mereka dengan segala cara yang ia bisa. Kedua orang tua tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah, tetapi mereka menginginkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak mereka.

Putri mereka, Rozai, berkata, "Ibu dan ayah saya tidak bersekolah sehingga tidak ada yang membantu kami mengerjakan pekerjaan rumah."

Ketika kisah Khan dibagikan secara online, kisah itu menyentuh hati orang-orang di seluruh dunia. Kementerian pendidikan Afghanistan mengundangnya ke Kabul, memberinya medali sebagai penghargaan, dan berjanji untuk membangun sekolah perempuan di desanya.

Sekolah baru itu akan dinamai Mia Khan, sebagai pengakuan atas kasih sayang, pengorbanan, dan keyakinan seorang ayah bahwa pendidikan dapat membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah.

(Sumber: Unknown Facts) ***