Anggota DPR RI Maruli Siahaan Dukung Tes Mental Ulang Oknum Polri yang Lakukan Penganiayaan

ORBITINDONESIA.COM — Anggota Komisi XIII DPR Maruli Siahaan menyoroti kasus kekerasan pada anak yang dialami seorang pelajar (santri) di Kota Maluku yang beberapa waktu lalu viral di media sosial. Ia mendorong institusi polisi dapat melakukan tes kejiwaan kepada oknum polisi terkait tersebut.

Maruli yang merupakan seorang purnawirawan kepolisian menyesalkan adanya kejadian penganiayaan yang dilakukan aparat penegak hukum dan menurutnya kejadian ini sangat memprihatikan.

“Sangat kita sesalkan sebagai aparatur penegak hukum masih melakukan tindakan kekerasan-kekerasan seperti penganiayaan”, ujarnya saat ditemui tim Parlementaria disela-sela Kunjungan Kerja Reses di Semarang, Jawa Tengah, 23 Februari 2026.

Ia pun mengatakan, kasus tersebut menjadi langkah untuk pimpinan Polisi untuk melakukan tes kesehatan mental terhadap oknum tersebut. Ia berharap kedepannya Kepolisian Republik Indonesia harus benar-benar jeli dan teliti dalam merekrut anggota-anngota Polisi yang baru.

“Ini mungkin menjadi langkah pimpinan Polri apakah ada kelainan (oknum polisi) atau mungkin perlu dilakukan kembali tes soal psikologi supaya bisa kita ketahui tentang apa sebab dan latar belakang perbuatan ini apalagi aparatur negara yang melakukan,” lanjutnya.

Ia menambahkan jika kedepan hasil penyidikan membuktikan oknum polisi tersebut bersalah maka harus dijatuhi hukuman seberat-beratnya. “Apabila ini terbukti ya harapan kita kedepan harus dukung dengan seberat-beratnya Sesuai dengan aturan yang berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan oleh seorang aparatur,” ujarnya.

Untuk diketahui Kejadian yang viral di media sosial tersebut menampilkan video seorang anak lelaki berusia 14 tahun yang tergeletak bersimbah darah di kepala dan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Hal itu membuat masyarakat geram pasalnya diduga anak tersebut dianiaya oleh oknum polisi dengan sebuah helm baja yang dipukulkan ke kepala anak tersebut.***