‘Israel’ Menggunakan Bom Berusia Setengah Abad dalam Serangan terhadap Iran
ORBITINDONESIA.COM - Angkatan Udara 'Israel' telah mulai menggunakan bom yang disimpan selama lebih dari 50 tahun dalam serangan udara terhadap posisi militer Iran, menurut penyiar publik Israel.
Amunisi tersebut awalnya ditujukan untuk serangan terhadap pangkalan militer Mesir sebelum perjanjian damai tahun 1979.
Para pejabat mengatakan bom-bom tersebut ditemukan dari tempat penyimpanan rahasia, diperiksa, dan dianggap masih berfungsi. Angkatan udara dilaporkan menargetkan lokasi yang jauh dari daerah berpenduduk untuk mengurangi risiko sipil.
Pertimbangan Operasional dan Keuangan
Para pejabat militer 'Israel' menggambarkan keputusan tersebut sebagai keputusan yang operasional dan hemat biaya, memungkinkan tentara untuk menggunakan persediaan yang ada dalam kondisi yang relatif baik.
“Angkatan udara menggunakan berbagai metode dan senjata terhadap target rezim Iran,” kata seorang juru bicara. “Pemilihan persenjataan bergantung pada berbagai faktor operasional, dan amunisi hanya digunakan setelah inspeksi cermat untuk memastikan keselamatan personel dan efektivitas di lapangan.”
Eskalasi Perang yang Berkelanjutan
Sejak 28 Februari, ‘Israel’ dan Amerika Serikat telah melakukan serangan terkoordinasi terhadap Iran, menewaskan ratusan orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat keamanan senior.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap posisi ‘Israel’ dan AS, beberapa di antaranya menyebabkan korban sipil dan kerusakan properti di wilayah tersebut, yang menuai kecaman internasional.
Penggunaan bom berusia puluhan tahun menyoroti ketergantungan ‘Israel’ pada beragam amunisi di tengah kampanye yang berkepanjangan dan semakin intensif terhadap target Iran.***