Purnawiyata SMA Negeri 1 Toboali Angkatan XXXIV Tahun Pelajaran 2025/2026 Berlangsung Meriah

ORBITINDONESIA.COM - Usai sudah kurang lebih tiga tahun masa pendidikan yang mencakup Tes Kemampuan Akademik (TKA), Ujian Praktik, Ujian Tertulis, dan berbagai kegiatan Intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler bagi siswa kelas XII dengan acara Purnawiyata atau perpisahan.

Acara di SMA Negeri 1 Toboali Bangka Selatan ini dihadiri para guru, tenaga kependidikan, Kapolres beserta jajaran, unsur pemerintah setempat, serta orang tua/wali dengan pelepasan 309 siswa-siswi kelas XII, yang terdiri dari 103 siswa laki-laki dan 206 siswi perempuan, Selasa, 5 Mei 2026 di lapangan SMA Negeri 1 Toboali.

Diselenggarakan secara sederhana namun bermakna. Acara ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan momentum penting yang menandai berakhirnya perjalanan pelajar di jenjang SMA, sekaligus menjadi awal langkah menuju fase kehidupan berikutnya.

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan parade guru dan tenaga kependidikan, diiringi dengan Paskibraka dan Tari Sambut oleh sanggar seni SMA Negeri 1 Toboali, sekaligus Pembukaan Acara Kelulusan dan Pelepasan Purnawiyata Angkatan XXXIV.

Lalu acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, penampilan Group Band SMA Negeri 1 Toboali atau biasa disebut “kuadran band”, ada pula penampilan gitar solo, dan sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Tiopan Marpaung, S.Pd selaku Ketua Pelaksana. Mengalun dalam tema acara “Terbang Menuju Masa Depan – Take Off The Future” ia menyampaikan, “Ananda semua, jangan kubur impian dengan ketakutanmu. Mungkin kamu pernah mendengarkan suara-suara yang membuatmu ragu untuk terbang lebih tinggi, yakinlah, banyak jalan menuju roma. Di Indonesia banyak generasi muda dari keluarga sederhana, yang meraih sukses melalui perjuangan dalam menempuh pendidikan."

"Tentu ananda pernah mendengar contoh inspiratif Jerome Polin yang mendapat beasiswa. Untuk belajar tidak hanya di Indonesia, namun sampai Jepang. Itulah bukti kerja keras seorang anak muda. Dari sinilah kita belajar, pendidikan ditambah dengan kerja keras akan membuka peluang sukses”, ujar Tiopan.

Yudi Sapriyanto, S.Pd. M.M., selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Toboali, turut menyampaikan sambutan dengan doa dan harapan, agar siswa-siswi sukses dalam kehidupan selanjutnya. “Pelepasan siswa-siswi kali ini menandai apresiasi atau penghargaan atas kerja keras sehingga dapat lulus, baik kerja keras secara akademis maupun permasalahan keluarga."

"Pelepasan kali ini syarat dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kritis, dan mampu belajar terus menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi. Pada akhirnya semua siswa yang lulus harus dilepas dengan ikhlas agar mereka dapat bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya”, ingkap Yudi.

Dalam acara ini juga diminta sepatah kata dari perwakilan orang tua/wali siswa-siswi, yang disampaikan oleh Rosyadi, NL.P dan perwakilan siswa-siswi kelas XII yang disampaikan oleh Fajri Al-Barsah.

Kemudian di momen yang khidmat, siswa-siswi kelas XII melepas atribut secara simbolis berupa topi dan almamater dengan dua orang perwakilan siswa-siswi, yaitu Muhammad Dzaky Iqtidhar dan Jelen Evertin, yang diinisiasi oleh Eko Saputra, M.Pd. selaku Wakil Kesiswaan.

Momentum ini dimaknai sebagai tanda berakhirnya masa belajar selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Toboali, sekaligus langkah baru ke tahap berikutnya, baik pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

Purnawiyata Angkatan XXXIV tercatat sebagai angkatan terakhir yang menggunakan almamater berwarna hitam, sebelum resmi berganti menjadi merah sebagai identitas baru SMA Negeri 1 Toboali.  

Dalam momen berharga ini,  perwakilan siswa-siswi yang tergabung dalam paduan suara membawakan lagu “Terima kasihku Guruku,” mengalirkan rasa haru yang menyentuh relung hati.

Prosesi ini diperkaya dengan lantunan puisi dan persembahan bunga kepada guru sebagai tanda bakti dan penghormatan atas ilmu, kasih sayang, serta kehangatan yang telah mereka hadirkan, menjadi pelita dalam perjalanan para siswa-siswi selama menimba ilmu di sekolah.  

Suasana kian syahdu ketika Adly Dwi Anggara selaku perwakilan siswa-siswi membacakan puisi berjudul “Aku Pergi, Tapi Tak Pernah Jauh.” Puisi ini merupakan goresan karya Andini Safira, seorang Purnawiyata Angkatan XXXII.

Kesyahduhan semakin terasa ketika para siswa-siswi bersimpuh dalam sungkeman, merendahkan hati di hadapan orang tua atau wali murid.

SMA Negeri 1 Toboali memberikan penghargaan kepada siswa-siswi yang telah meraih nilai tertinggi dalam setiap mata pelajaran selama masa SMA, baik mata pelajaran wajib maupun mata pelajaran pilihan. Pengumuman dibacakan Irwan Hari Suprapto, S.Pd. sebagai Wakil Bidang Kurikulum.

Hari berkata, “Dalam acara kelulusan dan pelepasan kali ini, kita tidak menilai siswa-siswi berdasarkan juara terbaik pada mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan per-kelas. Namun dinilai dari hasil setiap mata pelajaran yang ditempuh selama belajar di masa SMA. Karena kita tahu, setiap anak pasti mempunyai potensi di bidangnya masing-masing dan itu patut untuk kita apresiasi”. 

Puncak acara dihiasi prosesi pengalungan gordon dan pembagian rapor kepada seluruh siswa-siswi kelas XII sebagai simbol akhir perjalanan mereka di bangku sekolah.

Suasana haru perlahan menyatu dalam sesi foto bersama wali kelas. Saat tatap mata, senyum, dan air mata seakan menjadi bahasa perpisahan yang tak terucap. Purnawiyata SMA Negeri 1 Toboali Angkatan XXXIV Tahun Pelajaran 2025/2026 menjadi lembar akhir yang berkesan menuju cakrawala cita-cita yang disertai harapan serta impian indah.  

(Oleh Intan Ulan Dari/Tim Jurnalistik SMAN 1 Toboali) ***