Sementara Negosiasi Iran-Oman Berlangsung, Muncul Tiga Rute Transit di Selat Hormuz

Kapal melalui Selat Hormuz.

Kapal melalui Selat Hormuz.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Di tengah berlanjutnya negosiasi antara Iran dan Oman terkait pengaturan Selat Hormuz, muncul tiga rute transit berbeda yang melintasi perairan tersebut, masing-masing dengan tingkat risiko yang bervariasi.

Presiden AS Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz harus dibuka kembali "segera", atau ia akan melancarkan serangan baru yang keras terhadap Iran.

Rute Iran: Melintasi perairan wilayahnya sendiri, rute ini diwajibkan oleh Iran bagi kapal-kapal sejak 19 Juni dan ditetapkan sebagai satu-satunya jalur aman di selat tersebut, sebagai upaya memanfaatkan jalur air itu sebagai alat tawar-menawar.

Iran telah berulang kali menembaki kapal-kapal yang mencoba menggunakan rute lain di selat tersebut; tindakan ini memicu balasan militer AS dan turut menyebabkan runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai oleh Washington dan Teheran pada bulan Juni.

Rute Oman-IMO: Diusulkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB dan Oman, rute ini menyusuri garis pantai Oman di bagian selatan selat.

Iran menuduh Oman membuka rute tersebut akibat tekanan AS. Pasukan Iran juga telah menembaki kapal-kapal komersial di perairan wilayah Oman di dekat selat—serangan yang menurut Washington melanggar nota kesepahaman dengan Teheran.

Rute pra-perang: Rute ketiga adalah jalur pelayaran masa sebelum perang yang terletak di dekat bagian tengah selat, yang kini ditetapkan oleh Iran sebagai "zona bahaya". Meskipun terdapat risiko keamanan, beberapa kapal tetap menggunakannya.

Jalur ini dianggap sangat berbahaya karena adanya risiko ranjau yang dipasang oleh Iran.

Sebelum perang AS-Iran, kapal-kapal dapat melintas dengan bebas melalui selat tersebut, mengangkut sekitar 20% dari pasokan energi global. ***