Bulan Sabit Merah Palestina Membuka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Melayani Hampir 500.000 orang.
Saba al-Hashash, remaja 13 tahun yang luka di bagian leher akibat tembakan Israel, menerima perawatan medis darurat di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Palestina, pada 8 Agustus 2026.
InternasionalORBITINDONESIA.COM - Bulan Sabit Palestina (PRCS) membuka rumah sakit lapangan di Gaza utara pada hari Senin, 10 Agustus 2026, untuk melayani hampir setengah juta penduduk di wilayah tersebut, di tengah terus runtuhnya sektor kesehatan akibat perang genosida Israel, demikian dilaporkan Anadolu.
"Pembukaan rumah sakit ini mencerminkan tekad rakyat kami untuk tetap teguh dan melanjutkan kehidupan, terlepas dari bencana kemanusiaan di Gaza, hancurnya sebagian besar sektor kesehatan, serta kekurangan obat-obatan, peralatan, dan tenaga medis," ujar Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa dalam sebuah acara di kantor pusat organisasi tersebut di Al-Bireh, Tepi Barat bagian tengah.
"Peristiwa ini memadukan rasa pedih dan harapan; pedih atas kondisi yang dialami rakyat kami di Gaza, serta harapan bahwa upaya akan terus dilakukan untuk mengubah kenyataan ini menuju situasi yang lebih baik dan kehidupan yang lebih bermartabat," tambahnya.
Sang perdana menteri menyatakan bahwa Rumah Sakit Lapangan Utara tersebut "merupakan respons nasional terhadap kebutuhan kesehatan yang terus meningkat sekaligus mengirimkan pesan mengenai tekad rakyat Palestina untuk terus bertahan hidup."
"Merawat orang sakit dan terluka adalah kewajiban kemanusiaan yang dijamin oleh hukum internasional," kata Mustafa.
Dalam kunjungannya ke kantor pusat PRCS di Al-Bireh, Mustafa meninjau gudang serta pusat panggilan (call center) organisasi tersebut, sekaligus memeriksa ketersediaan obat-obatan, perlengkapan medis dan bantuan, serta mekanisme persiapan dan pengirimannya ke Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, organisasi tersebut menyebutkan bahwa gudang-gudang mereka menyimpan persediaan obat-obatan dan perlengkapan medis dalam jumlah besar yang siap dikirim ke Gaza.
Menurut pernyataan tersebut, sebanyak 57 ambulans siap memasuki Gaza begitu pembatasan oleh Israel dicabut; jumlah ini mencakup 35 kendaraan yang berada di sisi perbatasan Mesir dan 22 kendaraan di Tepi Barat.
Presiden PRCS, Younis al-Khatib, mengatakan bahwa pembukaan rumah sakit ini merupakan "pencapaian nasional" yang terwujud berkat upaya staf organisasi dan para mitranya.
Rumah sakit ini merupakan bagian dari rencana organisasi untuk memperkuat layanan kesehatan di seluruh wilayah Gaza di tengah parahnya kekurangan fasilitas medis, ujar Khatib. "Pembukaan fasilitas ini merupakan langkah untuk memperkuat respons kesehatan di Gaza utara, terlepas dari berbagai pembatasan dan tantangan yang memengaruhi persiapan serta operasionalnya," tambahnya.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa rumah sakit lapangan baru ini merupakan fasilitas keenam yang mereka dirikan di Gaza dan diperkirakan akan melayani hampir setengah juta orang.
Pembukaan fasilitas ini berlangsung di tengah dampak genosida yang dilakukan Israel—dengan dukungan Amerika Serikat—di Gaza sejak 8 Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Genosida tersebut telah menghancurkan 90% infrastruktur Gaza, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan, di tengah kelangkaan parah obat-obatan, perlengkapan medis, dan tenaga kesehatan. ***