Ancaman 'Super Flu' H3N2: Lebih Berat dari Influenza Biasa
ORBITINDONESIA.COM – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menghadapi tantangan berat dengan 10 pasien Influenza A H3N2, dikenal sebagai 'super flu'. Satu pasien meninggal, mengundang kekhawatiran publik.
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung baru-baru ini melaporkan penanganan 10 kasus 'super flu'. Influenza A H3N2 ini menjangkiti berbagai kelompok usia, dari bayi hingga dewasa. Meskipun mirip dengan influenza musiman, tingkat keparahan dan penyebarannya lebih tinggi. Satu pasien meninggal, memunculkan pertanyaan tentang bahaya penyakit ini.
Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) menyelidiki penyebab kematian pasien berkomorbid. Ketua Pinere, dr Yovita Hartantri, menyebutkan bahwa komorbiditas seperti stroke dan gagal jantung memperumit diagnosis. 'Super flu' mungkin tidak langsung menyebabkan kematian, namun menjadi faktor yang memperparah kondisi pasien.
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr Iwan Abdul Rachman, menekankan bahwa 'super flu' tidak berbeda jauh dengan influenza biasa. Namun, kesiapan rumah sakit menangani kasus berat menjadi krusial. Warga dihimbau untuk segera mencari perawatan medis jika gejala flu berat dialami.
Ancaman 'super flu' bukanlah hal yang bisa diremehkan meski tidak seberbahaya COVID-19. Kesiapan fasilitas kesehatan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman ini. Akankah kita belajar dari pandemi sebelumnya untuk lebih sigap menghadapi wabah serupa di masa depan?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Januari 2026)