Self-Care Perempuan di BSD: Grand Zuri Gelar “Peluk Dirimu”

tangselpos.id

tangselpos.id

Wellness

ORBITINDONESIA.COM – Self-care perempuan kembali jadi kata kunci yang dicari, tetapi sering berhenti di level jargon dan unggahan media sosial. Di BSD City, Grand Zuri BSD City mencoba mengubahnya menjadi pengalaman nyata lewat program “Untuk Perempuan Vol. 1: Peluk Dirimu”, yang memadukan kesehatan mental, perawatan tubuh, dan cek kesehatan.

Perempuan kerap menjalani peran berlapis, dari pekerja profesional hingga pengelola rumah tangga. Tekanan ini membuat kebutuhan paling dasar, yakni jeda dan pemulihan, sering dianggap kemewahan.

Dalam konteks urban seperti Serpong dan sekitarnya, ritme kerja dan mobilitas tinggi memadatkan hari-hari. Akibatnya, self-care perempuan mudah direduksi menjadi “hadiah sesekali”, bukan kebiasaan yang terstruktur.

Program “Peluk Dirimu” hadir di tengah kondisi itu, pada Sabtu (12/9/2026). Grand Zuri BSD City menggandeng B/SKIN dan Jelita by Media Indonesia, dengan dukungan MAI Mental Care serta Laboratorium Klinik Prodia.

Rangkaian kegiatan dibuat seperti peta kecil pemulihan, dari refleksi emosi hingga perawatan fisik. Sesi awal bersama MAI Mental Care menempatkan kesehatan mental sebagai fondasi, bukan pelengkap.

Ini relevan karena literasi kesehatan mental di Indonesia masih tertinggal dibanding kebutuhan di lapangan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk usia ≥15 tahun sekitar 9,8%, angka yang menunjukkan masalahnya bukan kasus sporadis.

Aktivitas melukis cat air menyasar sisi yang sering diabaikan, yakni ekspresi emosi tanpa tuntutan produktivitas. Dalam banyak pendekatan psikologi, kegiatan kreatif kerap dipakai sebagai sarana regulasi emosi karena memberi ruang aman untuk “mengeluarkan” perasaan.

Wellness Tea Bar menggeser self-care dari sekadar perawatan kulit ke kebiasaan mindful, yaitu peka terhadap sinyal tubuh. Meracik teh sesuai kebutuhan tubuh juga menegaskan bahwa pemulihan tidak selalu mahal, tetapi perlu kesadaran dan konsistensi.

Sesi Korean Rejuvenation Treatment dari B/SKIN memperlihatkan sisi lain industri wellness, yakni perawatan yang menjanjikan hasil instan. Perpaduan skincare, facial massage, dan relaksasi memberi pengalaman menyenangkan, tetapi tetap perlu dibaca sebagai bagian kecil dari kesehatan menyeluruh.

Yang menarik, acara ini menyertakan pemeriksaan kesehatan sederhana dari Prodia. Ini mengingatkan bahwa self-care perempuan tidak boleh terjebak pada estetika, karena pencegahan penyakit dan deteksi dini justru sering paling menentukan.

Amanda R. Prabowo, Assistant Marcomm Manager Grand Zuri BSD City, menegaskan program ini lahir dari kebutuhan ruang yang relevan bagi perempuan. “Kadang kita terlalu sibuk menjaga banyak hal sampai lupa menjaga diri sendiri,” ujarnya pada Rabu (16/9/2026).

Program seperti “Peluk Dirimu” dapat dibaca sebagai respons positif terhadap kelelahan kolektif perempuan urban. Namun, ia juga menyingkap pertanyaan kritis, apakah self-care sedang dipindahkan dari ranah kebutuhan menjadi produk pengalaman.

Ketika wellness dikemas sebagai event hotel, ada risiko pemulihan terasa “sah” hanya jika dibeli dalam paket yang rapi. Padahal, jeda, tidur cukup, batasan kerja, dan dukungan sosial adalah pilar yang tidak selalu bisa disubstitusi oleh perawatan sesaat.

Di sisi lain, event semacam ini bisa menjadi pintu masuk literasi kesehatan mental dan kebiasaan cek kesehatan. Jika peserta pulang dengan satu kebiasaan baru yang lebih sehat, maka dampaknya bisa melampaui ruang acara.

Rencana lanjutan “Untuk Perempuan Vol. 2: Kuatkan Dirimu” bersama FIT HUB juga mengarah pada pendekatan yang lebih preventif. Fokus kebugaran dapat menjadi koreksi atas bias self-care yang terlalu kosmetik, asalkan tetap inklusif bagi berbagai kondisi tubuh.

“Peluk Dirimu” menunjukkan bahwa self-care perempuan bisa dirancang sebagai pengalaman yang utuh, dari emosi, kreativitas, hingga kesehatan fisik. Tetapi maknanya akan lebih kuat jika ia tidak berhenti sebagai momen, melainkan menjadi kebiasaan yang dibawa pulang.

Pada akhirnya, pertanyaan yang perlu dijawab tiap perempuan bukan hanya “kapan terakhir merawat diri”, melainkan “apa yang selama ini membuatku sulit merawat diri”. Jika jawabannya adalah sistem yang melelahkan, maka self-care juga berarti berani mengubah batas, ritme, dan prioritas. (Orbit dari berbagai sumber, 18 September 2026)