Kolom

Akankah Pilpres 2024 Berlangsung Satu Putaran? Inilah Analisis Denny JA

image
Ilustrasi Pilpres 2024. (OrbitIndonesia/kiriman Denny JA)

ORBITINDONESIA.COM - Empat hari lagi menjelang hari pencoblosan, 14 Feb 2024. Akankah Pilpres ini berakhir satu putaran saja?

Inilah pertanyaan yang kini paling hot dan menggelisahkan di banyak kubu.

Menjawab ini, kita mulai dari data survei yang terakhir.  Ini sudah menjadi berita.

Baca Juga: Survei LSI Denny JA: 66,5 Persen Pemilih di Dapil Jawa Barat 7 Bisa Dipengaruhi Politik Uang

LSI Denny JA sudah memublikasikan surveinya yang terakhir, tanggal 26 Januari sampai 6 Februari 2024. Prabowo-Gibran sudah tembus 53,5 persen.

Ini angka yang sudah tinggi sekali, paling tinggi yang pernah diraih mereka. 

Sedangkan elektabilitas Anies dan Cak Imin di angkanya 21,7 persen.

Baca Juga: LSI Denny JA: 84 Persen Pemilih Ingin Pilpres Selesai Satu Putaran

Ganjar dan Mahfud angkanya 19,2 persen.

Dan, mereka yang belum memilih, rahasia, atau tidak sah sebanyak 5,6 persen.

Dalam survei terakhir LSI Denny JA itu,  ada juga data  yang menunjukkan trend calon presiden dan wakil presiden dalam tiga survei terakhir. Yaitu untuk bulan Januari awal,  Januari Tengah,  dan Februari awal.

Baca Juga: TELAK, Denny JA Sebut 84 Persen Masyarakat Ingin Pilpres Cukup Satu Putaran

Terlihat di sana elektabilitas Prabowo-Gibran selalu naik. Di bulan Januari awal, elektabilitas mereka 46,6 persen. Januari akhir naik ke 50,7 peren. Kemudian di Februari, angka mereka naik lagi ke 53,5 persen.

Akankah berikutnya di hari pencoblosan, elektabilitas Prabowo-Gibran akan kembali naik? Itu hanya kita tahu di hari pencoblosan nanti.

Tapi jangan dilupakan pula bahwa di angka 53,5 persen, bisa dibagi lagi untuk kategori strong supporters, pemilih yang sudah begitu militannya, dan soft supporters, pemilih yang masih mungkin berubah.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran Saja? Inilah Kajian Riset LSI Denny JA

Dari 53,5 persen pemilih Prabowo-Gibran, ternyata yang militan, strong supporters, sebanyak 47,9 persen. Dan pemilih yang masih bisa berubah, soft supporters sebanyak 5,6 persen. 

Bagaimana nanti angkanya untuk tanggal 14 Februari 2024, empat hari dari sekarang?

Itu berarti kita tak lagi bisa sepenuhnya hanya bergantung pada hasil survei. Bagaimanapun survei itu potret pemilih di hari survei, tanggal 26 Januari sampai 6 Februari  2024.

Baca Juga: Haruskah Lembaga Survei Memberi Tahu Siapa yang Mendanai Surveinya? Inilah Pendapat Denny JA

Tanggal 14 Februari 2024 itu jaraknya delapan hari kemudian setelah survei terakhir. Sehingga untuk tanggal 14 Febuari, kita harus menggunakan prediksi dengan model berbeda.

Dalam delapan hari setelah survei,  sekecil apapun, pasti ada perubahan suara di sana. Ini terjadi  terutama dari kalangan soft supporters.

Kedua, juga ada problema margin of error. Survei selalu berdasarkan sampel. Sedangkan sample  pastilah tidak persis dengan realitas yang sebenarnya.

Baca Juga: Denny JA: Protes Kampus Berdatangan, Dukungan The Silent Majority Kepada Jokowi dan Prabowo-Gibran Kian Tinggi

Ada pula problema golongan putih alias tidak memilih. Sebanyak apapun pendukung, jika mereka tidak memilih suara mereka, dukungan mereka tak terhitung.

Jika golongan putih di kubu Prabowo-Gibran itu setara secara proporsional dengan di kubu Ganjar dan Anies, maka golongan putih tak berpengaruh.

Masalahnya pendukung utama Prabowo dan Gibran banyak terjadi di kalangan pemilih wong cilik dan kaum

Baca Juga: Seberapa Besar Efek Elektoral dari Aksi Protes di Kampus Terhadap Calon Presiden? Inilah Analisis Denny JA

muda. Dua segmen ini justru memiliki persentase golongan putih paling tinggi, dibanding segmen pemilih lainnya.

Ketika kita berkehendak memprediksi apa yang akan terjadi di delapan hari setelah survei nasional terakhir, ini formulanya. Tetap hasil survei nasional menjadi basis utamanya, namun ditambah ramuan lain yang relevan.

Prediski pun dibuat dalam bentuk interval. Ada batas angka bawah dan angka atas untuk setiap calon presiden dan wakil presiden.

Baca Juga: Inilah Peran Lembaga Survei dan Konsultan Politik di Dalam Pilpres Menurut Denny JA

Ini prediksi resmi LSI Denny JA untuk Prabowo-Gibran dan pasangan lain.

Untuk Prabowo-Gibran,  angkanya 47,9 persen sampai 58,3 persen.

Untuk Anies dan Muhaimin, elektabilitasnya 18,9 persen sampai 26,5 peren.

Baca Juga: Inilah Artis yang Ramaikan Kampanye Prabowo-Gibran Sabtu 10 Februari di Gelora Bung Karno: Ada Dewa 19 dan Ari Lasso

Untuk Ganjar dan Mahfud, angkanya 16,8 persen sampai 24,0 persen.

Batas bawah setiap pasangan calon presiden adalah persentase pemilih militan masing-masing.

Batas atas untuk elektabilitas pasangan itu di survei nasional terakhir, ditambah angka yang belum memilih dibagi tiga secara merata, ditambah lagi margin of error.

Baca Juga: Prabowo Subianto: Caleg yang Menyamar Jadi Nelayan Layak Diberi Penghargaan Bintang Sinetron dan Oscar

Prabowo-Gibran yang mendapat angka 47,9 persen sampai 58,3 persen, artinya Prabowo dan Gibran sangat mungkin menang sampai 58,3 persen, atau merosot hanya 47,9 9 persen.

Lalu, apakah ini satu putaran atau dua putaran?

Jika angka Prabowo-Gibran di 47,9 persen sampai sampai 50 persen, sesuai intervel, Pilpres akan berlangsung dua putaran.

Baca Juga: Butuh Makan dan Minum Susu Gratis, Relawan Sorban NU Dukung Prabowo-Gibran

Jika angka Prabowo-Gibran di angka 50 persen+1 sampai 58,3 persen, yang juga sesuai interval, Pilpres berakhir satu putaran saja.

Model prediksi di atas memberikan hal yang sudah pasti, dan hal yang masih dalam rentang kemungkinan.

Yang pasti, Prabowo-Gibran akan unggul telak sekali. Unggulnya double digit, berselisih di atas 10 persen lebih dibanding dua kompetitornya. Tingkat kepastian ini di atas 99 persen.

Baca Juga: Survei Indikator Politik: Prabowo-Gibran Berpotensi Menang Satu Putaran Saja di Pilpres 2024

Yang kepastiannya lebih kecil, Prabowo-Gibran menang satu putaran atau dua putaran.

Jika dirumuskan secara kuantitatif, 70 persen kemungkinan Prabowo-Gibran menang satu putaran. Dan 30 persen Prabowo-Gibran menang tapi ada putaran kedua.

Setelah lima kali mencoba bertarung untuk Pilpres sejak 2004, memang inilah Pilpres dengan hasil terbaik Prabowo.

Baca Juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo-Gibran Capai 53,5 Persen, Peluang Menang Satu Putaran Saja di Pilpres Terbuka

Pilpres kali ini untuk Prabowo memang seperti lagu Elvis Presley: It is Now or Never! ***

Berita Terkait